Masjid At-Taqwa Ajibarang

Renovasi Masjid At-Taqwa Ajibarang Kab. Banyumas 2017

Nampak dari timur (muka)

Diperdayakan oleh edi narco Java Computer Ajibarang

Masjid At-Taqwa malam hari, tampak selatan

Diperdayakan oleh edi narco Java Computer Ajibarang

Taman Kota Ajibarang

Diperdayakan oleh edi narco Java Computer Ajibarang, Lembaga Kursus Pendidikan Komputer, Bimbingan Belajar, Service Reparasi Computer, Notebook/laptop, Printer, dan terima Pengetikan Jln. Pandansari No. 9 Ajibarang WA 085879703659

Jamaah Sholat Tarawih

Diperdayakan oleh edi narco Java Computer Ajibarang

Kamis, 13 Februari 2020

Membedah Gerakan Salafi Modern




Membedah Gerakan Salafy Modern       

Latar Belakang Munculnya, Ide-Ide Subtansial dan Pokok-pokok Keyakinan dan Penyimpangannya
H. Abu Hilal el-Chamdani Lc. M.Ag
Pengamat Politik dan Pergerakan Islam  Timur Tengah
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid
Pimpinan Daerah Muhammadiyah
Kabupaten Blitar

Buku-buku Yang Di Bedah Dalam Forum
1. امتاع النظر في كشف الشبهات المرجئة العصر
2. تبصير العقلاء بتلبيسات أهل التجهم و الإرجاء
   كلاهما لشيخ أبي محمد عاصم المقدسى
3. خطوط العريضة لأدعياء السلفية  لدكتور عبد الرزاق بن خليفة السايجي
4. عقيدة أدعياء السَّلفيّة  في ميزان أهل السُّنة والجماعة
5.  Syubhat Salafi oleh team penulis al-Jazeerah
6.   Mewaspadai Penyimpangan NEO Murji’ah
       Oleh : Anung al-Hamat Lc. M.Pd.I
7.   Wajah Salafi extrem di dunia Internet. Oleh Abu   Muhammad Waskito

SINOPSIS
  • Nama Salaf/ Salafi bukanlah hal  yang asing dikalangan  umat Islam.
  • Sebuah simbul suatu jalan hidup yang lurus sebagaimana yang di percontohkan Nabi saw dan para sahabatnya.
  • Berbagaimacam komentar para ulama’ yang menjelaskan  salaf dari sisi aqidahnya, kurun masanya,  ciri-cirinya, maupun nama lainnya seperti Ahlu sunnah, Ahlu hadits, Ahlul atsar, Firqatun najiyah.  

SIKAP, BENTUK DAN CORAK
  • Salafi Intima’ie  : Komitmen dengan manhaj  salaf sekalipun tidak menamakan diri dan kelompoknya  sebagai salafi.
  • Salafi Intisabi : menisbatkan diri dan kelompoknya sebagai pewaris tunggal ajaran salaf  bagaimanapun sikapnya
  • Menamakan salafi dalam bentuk ke”kuno” an
  • Cuek dengan istilah salaf atau salafi baik bagi dirinya atau kelompoknya.
  • Anti dengan salafi. Yang mereka menamakan salafiyin dengan kaum “sawah” salafi wahabi



SIKAP, BENTUK DAN CORAK
Semuanya Boleh-boleh Saja Dan Sah-sah Saja.
  Monggo ke Mawon

Bagaimana Semestinya
Komitmen dengan manhaj  salaf baik Ilmu maupun Amal, baik aqidah maupun pola Fikir, baik akhlaq dan Kezuhudan, baik Ibadah maupun  Perilaku dan baik Dakwah maupun Jihadnya
Bagaimana Mestinya Bersikap

    ولا شك أن الواجب على جميع المسلمين أن يكون مذهبهم مذهب السلف لا الإنتماء على حزب معين يسمى السلفيين ... والواجب أن يكون الأمة الإسلامية مذهبها مذهب مذهب السلف الصالح لا تحزب إلى ما يسمى (السلفيون) هناك طريق السلف و هناك حزب يسمى السلفيون و المطلوب اتباع السلف
شرح الأربعين النووية
a.       Makna Salaf secara Bahasa dan Istilah
  • Secara bahasa :kata salaf digunakan untuk sekelompok orang-orang terdahulu. didalam perjalanan hidup,  atau juga dalam umur, atau dalam keutamaan, atau terdahulu dalam kematian.
  • Juga dikatakan arti salaf adalah apa-apa yang dipersembahkan seorang dari amal shaleh .
فجعلناهم  سلفا و مثلا للأخرين            الزخرف
        Dan Kami jadikan mereka  sebagai pelajaran dan teladan  bagi orang-orang yang kemudian
b. Menurut Istilah
  • Salaf adalah : istilah yang diperuntukkan bagi para imam yang terdahulu dari tiga generasi pertama yang diberkahi Allah Swt, dari kalangan sahabat dan tabi’ien  dan tabi’ut tabi’ien sebagai mana sabda Nabi
  • Orang-orang yang selalu menjaga keselamatan aqidah dan manhaj menurut apa yang dilakukan Rasulullah saw dan para sahabatnya sebelum terjadi perselisihan dan perpecahan.
  • Salafy   siapa saja baik pribadi maupun kelompok yang meniti manhaj salaf baik dalam Aqidah, syari’at, akhlaq perilaku dan dakwah 

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah
  • لا عيب على من أظهر مذهب السلف و انتسب إليه بل يجب عليه قبول ذلك منه بالإتفاق . فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقا
    Bukanlah merupakan aib bagi seseorang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan dirinya padanya, bahkan wajib  menerima yang demikian itu darinya berdasarkan  kesepakatan (ulama’). Karena madzhab salaf tiada lain adalah kebenaran
Fenomena Munculnya Trend Salafy
  1. Istilah Salaf/salafy, bukanlah hal yang baru dalam dakwah Islam, ia sudah ada di abad-abad permulaan Islam.
  2. Namun istilah ini  ngetrend sekali dan memiliki corak penampilan, dan muncul kepermukaan sebagai gerakan dakwah dan pemikiran,  pada sekitar tahun 1990 an, setelah intervensi Iraq  ke kuwait dengan dilanjutkannya masuknya pasukan kafir multinational (Amerika dan sekutunya)  ke jazirah Arabia (KSA)

Awal Mula Muncul Fitnah
  1. Dari fenomena masuknya pasukan barat ke Arab Saudi, para Ulama’  Arabia terbagi dalam tiga kelompok dalam mensikapi fenomena tersebut.
  • Pertama  ( dari Madinah Munawarah) :
      Syeikh  Muhammad Aman al-Jami
      Syeikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali
      Syeikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali
      Syeikh Abdul Muhsin al-Abbad
      “Mendatangkan pasukan asing masuk Jazirah Arab hukumnya wajib

  • Kedua   (dari Riyadh)  :
     Syeikh Abdul Aziz bin Baz  (Mufti Negara)
     Syeikh Soleh al-Atsuram
     Syeikh Bakar Abdullah Abu Zaid
     Syeikh  Abdul Aziz al-Anshari
     Yang mereka terhimpun dalam   lembaga  riset ilmiyah, fatwa dan dakwah dan irsyad dan anggota ulama’ besar
     “ Mendatangkan pasukan asing masuk   Jazerah       Arab ada kemaslahatannya “.

  • Ketiga   (dari berbagai wilayah yang berbeda):
 Syeikh Safar Abdulrahman al-Hawali
 Syeikh Salman bin Fahad al-Aodah
 Syeikh Ali bin Khudair al-Khudhair
 Syeikh  Hamud bin Uqla’ as-Syu’aibi
 Syeikh Aidh bin Abdullah al-Qarni
 Syeikh Sulaiman bin Nasir al-Ulwan
 Syeikh Abu Hilal Muhammad bin Abdul qadir el-Chamdani.
    
Alasan Awal Mula Muncul Fitnah
  • Kelompok ini disebut kelompok Ishlah.
    sebab solusi pemecahan masalah, tidak perlu mendatangkan pasukan asing, tapi cukup islah antara ulama dan Pejabat Saudi dan Iraq.

Kelompok ini berpendapat :
    “ Mendatangkan pasukan asing barat memasuki Jazerah Arabia hukumnya HARAM “

§  Kelompok pertama yang mempengaruhi Militer, Kepolisian , dinas intelijen dan pemerintah, karena memang  sesuai dengan kehendak penguasa untuk mempertahankan hegemoni barat di dalam negeri.
§  Kelompok ini  tidak berani menyerang kelompok kedua karena mereka di lembaga fatwa (MUI) dan ulama’ besar.
§  Kelompok pertama ini yang menyerang kelompok ketiga  dan menuduh sebagai Khawarij dan bughat (menentang penguasa)
§  Kelompok pertama juga yang memunculkan ide  kembali ke manhaj salaf,  dan merekalah yang memunculkan salafiyah.
§  Munculnya pendapat ini tidak lepas dari konspirasi intelijen lintas negara (barat dan Arab)

Tujuan Konspirasi ini :
a.       Untuk membelokkan militansi aqidah Jihadiyah pemuda Arabia yang amat besar dalam membantu kancah jihad di penjuru dunia seperti di Afghanistan, Checnya, Dagistan, Bosnia, Albania, Kosovo dll
b.      Menahan dan Melawan Pergerakan Islam yang amat ditakuti oleh barat karena ideologi Jihadnya dan idealismenya untuk menegakkan daulah di bawah panji hukum Islam dan menuju pada satu pemimpin Khilafah Islamiyah di muka bumi.
c.       Sehingga barat tidak capek menghadapi mereka, tapi mencukupkan permusuhan diantara umat Islam, dan menjadikan kaum salafi ini sebagai front melawan Islam pergerakan dan Jihadis Islam  (Mujahidin)

Tokoh-tokoh idola Salafiyin
§  Kebanyakan Ulama’ Saudi Arabia :
§  Syeikh Bin Baz   (Riyadh)
§  Syeikh Muhamad bin Soleh al-Utsaimin (al-Qasim)
§  Syeikh Soleh al-Fauzan  (Riyadh)
§  Syeikh Robi dan Muhamad al-Madkhali 
§  Syeikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i  (Yaman)
§  Syeikh Muhamad Nasirudin Albani (Albania)
§  Syeikh Muhamad Aman Al-Jami  ( Afrika)
§  Syeikh Ali bin Hasan al-Halaby  (Yordania)

Ide-ide Subtansial Salafi Modern
1.       Hajrul Mubtaadi’ (Pengisoliran terhadap   pelaku bid’ah)
2.       Pewaris tunggal ajaran salaf.
3.       Ekstrem dalam beragama
a.        Merasa kelompoknya yang benar dan selain kelompok mereka bergelimang dalam bid’ah dan kebathilan.
b.      Bersikap amat fanatic pada kelompoknya sendiri dan tidak mau menerima kebenaran dari kelompok lainnya.
c.       Sangat eksklusif dalam bersikap, perilaku, dan pergaulan social. Merasa bangga dengan eksklusif itu sendiri karena merasa sebagai ghurobaa ( yang terasing) ditengah masyarakat.
d.       Sangat memusihi, mencela dan memboikot kepada fihak yang tidak setuju  atau berbeda pandangan dengan mereka khususnya dalam pemikiran, manhaj dakwah, dan sikap social.
e.      Sangat mudah menyebut kelompok lain dengan Hizbiyah, ahli bid'ah, ahlul ahwa', atau pengikut aliran sesat.
f.        Menghalalkan sikap menghina, melecehkan atau membongkar aib saudaranya  dan merendahkan martabat kaum muslimin yang tidak disukainya.
g.       Membenci keberadaan gerakan islam yg memperjuangkan perbaikan ummat (ishlahul Ummah).
h.      Tidak menghargai karya sumbangsih kaum muslimin diluar kelompok mereka, baik dalam dakwah, pengembangan ilmu, muamalah lebih-lebih jihad fisabilillah.
i.         Membenci langkah langkah polotik yang ditempuh organisasi atau individu muslim dalam rangka membela dan memperjuangkan aspirasi ummat islam.
j.        Tidak merasa segan untuk mengadu domba, memprovokasi, memfitnah, dan menyuburkan permusuhan diantara kaum muslimin.
k.       Sangat berlebihan dalam sikap tunduk dan patuh pada penguasa, meskipun penguasa itu tidak ta'at, atau membenci dan memusuhi pada kitabullah dan sunnah rasul. Kemudian sikap ketundukan mereka pada penguasa itu dijadikan  parameter untuk menyebut kelompok lain dengan sebutan khawarij, bahkan teroris.
l.         Bersikap cuek terhadap berbagai masalah yang dihadapi ummat islam, baik dalam bidang polotik, social, pendidikan, kesehatan, dll yang penting symbol mereka ngaji kitab, membantah ahli bid'ah mendalami tauhid, maka semua masalah akan dibereskan oleh Allah.

Jika asumsi ini benar maka tidak mungkin Rasulullah  terjun berjihad, cukup bagi Rasul untuk membuka majelis taklim seminggu sekali dan berdoa dirumah.

m.    Bersikap tertutup dan tidak mau dialog dua arah, dialog terbuka, cuma hanya melempar tuduhan dari kejauhan.

Bahkan sering kali bersikap sefihak dan tidak memberikan kesempatan orang lain untuk menjawab tuduhan-tuduhan negative mereka.

4.       Memperlakukan organisasi Islam seperti melakukan orang kafir.
5.       Terjerumus dalam Hizbiyah (fanatik golongan) akbar.
Ini merupakan fenomena yang amat mengherankan, mereka amat benci hizbiyah (fanatic golongan), namun disaat yang sama mereka memiliki sifat yang super /ultra hizbiyah yang tiada duanya. Mungkin kehizbiyahan mereka itu seperti kaum syi'ah pada imamnya atau kaum tareqat pada mursyidnya.
6.       Manhaj utama dakwah mereka Tajassus,
7.       Menyerang kehormatan da'I dan para   ustadz.
8.       Suka membongkar rahasia-rahasia ummat.
9.       Menerapkan labelisasi sesuka hati.
 Kebiasaan buruk mereka itu adalah melabeli siapa saja yang tidak sependapat dan sefaham dengan mereka, diantara gelar dan lebel yang paling masyhur adalah : Ahli bid'ah, ikhwani, Qutbhy, sururi, Hizbi, khawarij, dan teroris. Ini merk yang paling sering mereka labelkan, pada kelompok lain.
10.   Suka mengadu domba umat islam dan   pemerintah.

Syubhat-syubhat kelompok Salafi
·         Mengharamkan Pergerakan Islam/ormas dan berorganisasi yang lain
      alasan hadits Nabi :
مسند الصحابة في الكتب التسعة
فَقَالَ أَلَا إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ زَادَ ابْنُ يَحْيَى وَعَمْرٌو فِي حَدِيثَيْهِمَا وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ تَجَارَى بِهِمْ تِلْكَ الْأَهْوَاءُ كَمَا يَتَجَارَى الْكَلْبُ لِصَاحِبِهِ لَا يَبْقَى مِنْهُ عِرْقٌ وَلَا مَفْصِلٌ إِلَّا دَخَلَهُ

     “ Ketauilah bahwa orang sebelum kalian dari ahli kitab berpecah menjadi 72 golongan dan umatiniakanberpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan masuk neraka dan satu golongan di surga,  yaitu al-jama’ah. Dan akan muncul dari umatku sekelompok kaum  yang penyakit hawa nafsu telah menjalar dikalangan mereka sebagaimana penyakit rabies menjalar pada seseorang sehingga tidak ada dari urat maupun ruaspun kecuali akan dimasukinya “.  ( Musnad sahabat di kitab hadits 9)

§  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ  كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

§  (BUKHARI - 6557) : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir telah menceritakan kepadaku Busr bin Ubaidullah Al Khadrami, ia mendengar Abu Idris alkhaulani, ia mendengar Khudzaifah Ibnul yaman mengatakan; Orang-orang bertanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam tentang kebaikan sedang aku bertanya beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan aku terkena keburukan itu sendiri. Maka aku bertanya 'Hai Rasulullah, dahulu kami dalam kejahiliyahan dan keburukan, lantas Allah membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini ada keburukan lagi? Nabi menjawab 'Tentu'. Saya bertanya 'Apakah sesudah keburukan itu ada kebaikan lagi? 'Tentu' Jawab beliau, dan ketika itu ada kotoran, kekurangan dan perselisihan. Saya bertanya 'Apa yang anda maksud kotoran, kekurangan dan perselisihan itu? Nabi menjawab 'Yaitu sebuah kaum yang menanamkan pedoman bukan dengan pedomanku, engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya. Saya bertanya 'Adakah steelah kebaikan itu ada keburukan? Nabi menjawab 'O iya,,,,, ketika itu ada penyeru-penyeru menuju pintu jahannam, siapa yang memenuhi seruan mereka, mereka akan menghempaskan orang itu ke pintu-pintu itu. Aku bertanya 'Ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang ciri-ciri mereka! Nabi menjawab; Mereka adalah seperti kulit kita ini, juga berbicara dengan bahasa kita. Saya bertanya 'Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu? Nabi menjawab; Hendaklah kamu selalu bersama jamaah muslimin dan imam mereka! Aku bertanya; kalau tidak ada jamaah muslimin dan imam bagaimana? Nabi menjawab; hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kau gigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu kamu harus tetap seperti itu.

Syubhat-syubhat kelompok Salafi
1.       Salafi beranggapan mengamalkan hadits diatas, sehingga setiap kelompok, ormas, pergerakan dakwah, jama’ah dst, termasuk firqah yang harus dijauhi.
Alasan :
1.       Perintah Nabi agar mengikatkan diri pada jama’atul muslimin dan meninggalkan firqah
2.       Kelompok ini menyebabkan Islam berpecah belah
3.       Masing2 golonan bangga dan fanatik pada kelompoknya sendiri sendiri.
Dengan asumsi ini haramlah semuanya sekalipun didirikan untuk memperjuangkan Islam dan kaum muslimin.
Sanggahan
§  Adanya jama’ah dakwah tidak mesti akan memecah belah, dan belum tentu bid’ah.
§  Yang dilarang Nabi adalah jama’ah/kelompok yang mengajak pada neraka jahanam dan sesat yang tidak berlandaskan Islam.
§  Ada perintah Allah untuk bekerja sama dalam kebajikan dan taqwa
§              المائدة 2  تعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان
§   Realita menuntut seorang muslim harus bergabung pada jama’ah atau kelompok yg berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah untuk mengakkan hukum Allah (amal jama’i/kerja kolektif) karena tidak mungkin dilakukan secara pribadi (amal fardi)

Fatwa syeikh Bin Baz

Pengantar Pokok-Pokok Aqidah Mereka
§  فهذا الأصول الإعتقادية لأدعياء السلفية ، جمعنا فيها مجموعة أخرى من أصول هذه المجموعة التي ظهرت على المسلمين بالتبديع والتفسيق والتجريم ، والتكفير ، واستعملت كل ألفاظ التنفير والتحقير مع دعاة الإسلام خاصة ، كوصفهم بالزندقة ، والإلحاد ، والخروج ... الخ .  وقصرت عملها الدعوي على حرب الدعاة إلى الله وتصنيفهم .

§  Inilah pokok-pokok aqidah pengaku  salafiyah yang telah kami kumpulkan didalamnya dari sekumpulan yang lain akan pokok-pokok keyakinan mereka yang telah muncul ditengah kaum muslimin dengan menuduh ahli bid’ah, fasik, penjahat, pengkafiran dan menggunakan semua kalimat Pengasingan dan Perendahan bagi para dai islam pada  khususnya, sebagaimana mereka menyatakan zindiq, atheis maupun khowarij dan lain-lain.  Dan amalan dakwah mereka terbatas untuk memerangi para dai Allah dan karya-karyanya.

§  ومن نظر في أصولهم التي ابتدعوها أدرك يقينا أن هؤلاء عطلوا  الشرع والحكم ، فكما وجد في الفرق الإسلامية معطلة الصفات وهم الجهمية ، ومن نحا نحوهم ممن اخترعوا أصولا باطلة أدت بهم إلى تعطيل صفات الرب عز وجل ، فقد جاءت هذه الطائفة الجديدة وباسم السلفية لتضع أصولا باطلة تفضي إلى تعطيل الحاكمية التي اختص الله بها { ولا يشرك في حكمه أحدا }
Bagi siapapun yang melihat pokok-pokok aqidah mereka yang mereka adakan akan mengetahui dengan yakin bahwa mereka adalah menafikan syariat dan hukum sebagaimana terdapat dalam kelompok sempalan islam yang  menafikan sifat-sifat, mereka adalah Jahmiyah, dan siapa saja yang menempuh jalan mereka yang mengada-adakan pokok-pokok keyakinan yang batil yang mengarah pada menafikan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla. Maka datang kelompok sempalan baru ini dengan nama salafiyah untuk menaruh pokok-pokok keyakinan yang batil yang mengajak menafikan Tauhid Hakimiyah yang Allah Khususkan bagi-Nya Allah Berfirman :

§  فزعموا أن توحيد الحاكمية ليس من التوحيد ، بل وليس هو من أصول الدين والإيمان ، بل هو من الفروع ، وتعطيل الشرع كله ما هو إلا كفر دون كفر ، وكل من اعتنى بهذا الأصل فهو عندهم مبتدع يحمل فكر الخوارج ، ولقبوه بكل وصف قبيح لمجرد مطالبته الأمة بالعودة إلى حكم الله ورسوله ،

§  Mereka mengira bahwa tauhid Hakimiyah bukanlah tauhid, bahkan dia bukanlah bagian dari ushuludin (pokok-pokok agama) dan iman. Namun dia dari cabang-cabang agama dan menafikan syariat secara keseluruhan hanyalah kekufuran yang tidak mengantarkan pada kekafiran (kufrun duna kufrin). Dan siapapun yang memperhatikan pokok perkara ini, menurut mereka adalah ahli bid’ah yang mengusung pemikiran khawaij dan memberikan sebutan pada mereka dengan berbagai sifat yang buruk hanya sekedar mengajak umat islam ini kembali pada hokum Allah dan Rasul-Nya.

§  وقد تفرع عن هذا الأصل الباطل عندهم وجوب ترك الحكام وشأنهم ، وعدم التعرض لهم وإن صدر منهم ما صدر من الكفر sالبواح ، وتمكين أعداء الإسلام ووجوب ترك الاشتغال بفقه الواقع وترك ما لله لله وما لقيصر لقيصر - كما صرح به أحد كبارهم - و هذه هي العلمانية بعينها ، ومن ثم شنعوا على كل مجاهد في سبيل الله .
§  Pemikiran yang batil ini berkembang dan bercabang pada  mereka akan keharusan meninggalkan penguasa dan urusan mereka dan tidak boleh menentang mereka  sekalipun telah keluar dari para penguasa sesuatu kekufuran yang nyata (kufrul bawwaah),mereka  mengokohkan musuh-musuh Islam  dan keharusan pula untuk meninggalkan fiqh realitas dan meninggalkan apa yang bagi Allah bagi Allah dan bagi kaisar bagi kaisar, sebagaimana yang dijelaskan oleh tokoh mereka. Dan ini merupakan pemikiran sekuler yang nyata, terlebih lagi mereka mencela dan menjelekkan setiap orang yang berjihad dijalan Allah.
§  وقدموا حربه على حرب أعداء الله فكانوا بذلك من دعاة التعطيل ، وهم المعطلة للحاكمية والشرع كما كان الجهمية معطلة للصفات والأسماء ..
§  Mereka lebih mendahulukan memerangi  para dai Islam dari pada memerangi musuh-musuh Allah dan dengan kondisi itu mereka mengajak pada penafian (ta’thil), yaitu menafikan al-Hakimiyah (hanya berhukum pada hokum Allah) dan syari’at, sebgaimana kaum jahmiyah menafikan nama-nama dan sifat-sifat….
§  وقام مذهبهم على التعطيل : تعطيل الجهاد ، وتعطيل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر إلا بإذن الإمام - حسب زعمهم - وتعطيل الدعوة إلى الله ، وتعطيل النظر في حال الأمة ، وإشغالها بحرب الصالحين ، وتتبع عوراتهم وزلاتهم ، وتنفير الناس عنهم .
§  Madzhab mereka berdiri diatas pelumpuhan (ta’thil), yaitu melumpuhkan jihad, melumpuhkan amar ma’ruf nahi munkar kecuali dengan izin imam (penguasa) menurut anggapan mereka dan melumpuhkan dakwah pada Allah, melumpuhkan melihat pada realita kondisi ummat dan menyibukkannya dengan memerangi orang-orang salih, melacak kekeliruan (aurat) dan pelanggaran mereka dan mengajak manusia mengasingkan /mengisolir mereka.

1. Induk keyakinan, kumpulan semua pokok keyakinan mereka
·         أولا : الأصل الأم الجامع لكل أصولهم
·         الأصل الأول : خوارج مع الدعاة مرجئة مع الحكام ، رافضة مع الجماعات ، قدرية مع اليهود والنصارى والكفار ... هذه المجموعة التي اتخذت التجريح دينا ، وجمع مثالب الصالحين منهجا ... جمعوا شر ما عند الفرق .
·         فهم مع الدعاة إلى الله خوارج يكفرونهم بالخطأ ويخرجونهم من الإسلام بالمعصية ، ويستحلون دمهم ويوجبون قتلهم وقتالهم . وأما مع الحكام فهم مرجئة يكتفون منهم بإسلام اللسان ولا يلزمونهم بالعمل ، فالعمل عندهم بالنسبة للحاكم خارج عن مسمى الإيمان . وأما مع الجماعات فقد انتهجوا معهم نهج الرافضة مع الصحابة وأهل السنة ، فإن الرافضة جمعوا ما ظنوه أخطاء وقع فيها الصحابة الكرام ورموهم جميعا بها ، وجمعوا زلات علماء أهل السنة وسقطاتهم واتهموا الجميع بها  وهم مع الكفار من اليهود والنصارى قدرية جبرية يرون أنه لا مفر من تسلطهم ولا حيلة للمسلمين في دفعهم ، وأن كل حركة وجهاد لدفع الكفار عن صدر أمة الإسلام فمصيره الإخفاق ، ولذلك فلا جهاد حتى يخرج الإمام !!
·         فوا عجبا كيف جمع هؤلاء بدع هذه الفرق ؟!! كيف استطاعوا أن يكيلوا في كل قضية بكيلين ، فالكيل الذي يكيلون به للحكام غير الكيل الذي يكيلون به لعلماء الإسلام !! فلا حول ولا قوة إلا بالله !!!
·         استخدامهم سلاح هجر المبتدع ضد المسلمين المصلحين :
·         هجر المبتدع وسيلة شرعية للإصلاح تخضع للمصالح والمفاسد وهو من أصول أهل السنة والجماعة ، وقد استخدمه أهل السنة لمحاربة البدعة وتقليل ضررها وشرها والتحذير من أهلها ، وقد وضع أهل السنة والجماعة ضوابط لذلك ومنها :
·         أن الحكم على المبتدع متروك للأمة الأعلام الذين يميزون بين السنة والبدعة فقد كان الصحابة - رضي الله عنهم - أنفسهم يرجعون إلى العلماء منهم قبل الحكم على أمر جديد ، كما رجع أبو موسى الأشعري إلى ابن مسعود لما رأى في المسجد أناسا متحلقين وفي وسط كل حلقة كوم من الحصى ، وعلى رأس كل حلقة رجل يقول لهم سبحوا مائة فيسبحون كبروا مائة فيكبرون ، فلم يتعجل أبو موسى الحكم عليهم حتى سأل ابن مسعود في ذلك . [رواه الدارمي 208] .
·         وكذلك رجع الناس إلى ابن عمر لما نشأ القدر ، ورجعوا إلى علي بن أبي طالب لما ظهر الخوارج وهكذا ...
·         ومن أصول أهل السنة أن الهجر للتأدب وأنه يختلف بحسب قوة الهاجر وضعفه وأنه لتحقيق مصالح شرعية وان المصلحة الشرعية إن كانت في المخالطة وجب المصير إليها ...
·         وبالجملة فالهجر الشرعي لا يكون إلا لتحقيق مصالح شرعية عظيمة .
·         وهؤلاء الجراحون استخدموا الهجر سلاحا لقتل الإسلام ، وتفريق المسلمين فجعلوا كل صغير لم يصل الحلم جراحا وحاكما على الناس بالبدعة والسنة ، وأمروا بهجر كل الدعاة والجماعات ، وكل من أخطأ خطأ في نظرهم ... فلم يبق أحد من المسلمين من أهل السنة والجماعة - إلا من رحم الله - إلا استحق عندهم الهجر .
·         ثم كروا على أنفسهم فبدع بعضهم بعضا وهجر بعضهم بعضا وهكذا ارتد سلاحهم عليهم ... وبهذا حول هؤلاء الجراحون سلاح هجر المبتدع الذي استعمله أهل السنة في محاربة البدعة إلى سلاح يحاربون به الإسلام والسنة ، فإنا لله وإنا إليه راجعون ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .

2.       Keyakinan mereka masalah Takfir dan Tabdi’

·         الأصل الثاني : أصولهم في التكفير والتبديع :
·         الأصل الثاني : كل من وقع في الكفر فهو كافر ، وكل من وقع في البدع فهو مبتدع .
·         هذا أصلهم الثاني ، تكفير المسلم إذا وقع في قول المكفر أو ما يظنونه مكفر دون نظرا في أن يكون قد قال هذا الكفر أو وقع منه خطأ أو تأولا أو جهلا أو إكراها .
·         وكل مسلم وقع في بدعة أو ما يتوهمونه بدعة ، فهو مبتدع دون اعتبار أن يكون قائل البدعة أو فاعلها متأولا أو مجتهدا أو جاهلا .
·         وهم أحق الناس بوصف المبتدع باختراعهم هذا الأصل الذي هو من أصول أهل البدع وليس من اصول أهل السنة والجماعة .

3.       Yang tidak membid’ahkan pelaku bid’ah adalah ahli bid’ah
·         الأصل الثالث : من لم يبدع مبتدعا فهو مبتدع :
·         هذا الأصل الثالث من أصولهم الفاسدة ، فإذا حكموا على رجل أنه مبتدع أو على جماعة دعوية أنها جماعة بدعة ، ولم تأخذ برأيهم وحكمهم الفاسد فأنت : مبتدع ، لأنك لم تبدع مبتدع .
·         فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم . وهو أصل وقائي فإما أن تكون معنا أو تكون منهم .
·         وهم على شاكلة من قبلهم في التكفير الذين قالوا " من لم يكفر الكافر - عندهم - فهو كافر " .
·         فإذا حكموا على رجل مسلم أنه كافر ولم توافقهم على ذلك فأنت كافر أيضا لأنك لم ترض باجتهادهم ، فما أشبه هذا القول بقول الخوارج .

4.       Mengingkari Tauhid al-Hakimiyah
·         اصل الرايع  تعطيل التوحبد الحاكمية
·         لما كانت حركة الابتداع الجديدة هذه تقوم في بعض جوانبها على مناصرة الحكام أيّا كانوا ، وإبطال فريضة الجهاد وبعض صور الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، وتشويه صورة كل داع إلى الحكم بشريعة الله .
·         فإنهم عادوا المطالبة بتحكيم شرع الله في الأرض واعتبروا ما اصطلح على تسميته " بتوحيد الحاكمية " ابتداعا في الدين ، وأنه لا يوجد نوع من التوحيد يسمى " توحيد الحاكمية " ، وأن الأولى أن يدرج في أبواب الفقه .
·         وجهل هؤلاء أن الصحابة أنفسهم لم يقسموا التوحيد اصطلاحا إلى ربوبية وألوهية والأسماء والصفات ، وإنما هذا اصطلاح حادث ، وهو حق لأن كفار قريش فرقوا في الإيمان بالله بين كونه سبحانه وتعالى ربا وخالقا ومدبرا للكون ، وبين كونه الإله الذي لا إله غيره سبحانه تعالى والذي لا يستحق سواه أن يعبد...
·         فاصطلح على تسمية ما أقروه من الإيمان بالله " بالربوبية " ، وما أنكروه من مسائل الإيمان بالله " بالألوهية " ...
·         ولما جاء من المسلمين من فرق بين صفة لله وصفة أخرى وآمن ببعض أسماء الله وصفاته وكفر ببعضها ، فإن علماء أهل السنة سموا الإيمان بكل أسماء الله وصفاته " توحيد الأسماء والصفات " وذلك ليبينوا أن هذا داخل في مسمى الإيمان بالله سبحانه وتعالى

5.       Pokok Kelima
§  لا يحمل مطلق على مقيد ، ولا مجمل على مفسر ، ولا مشتبه على حكم إلا في كلام الله
§  هذا أصلهم الخامس ، وقد اتخذوا هذا الأصل حتى يحكموا بالكفر والبدعة على من شاءوا من الدعاة فبمجرد أن يجدوا في كلامه كلمة موهمة ، أو عبارة غامضة ، أو قول مجمل يمكن أن يحمل على معنى فاسد فإنهم يسارعون بحمل هذا القول على المعنى الفاسد الذي يريدون ، ولا يشفع عندهم أن يكون قائل هذا القول المجمل قد فسره في مكان آخر تفسيرا صحيحا ، أو قال بخلاف المعنى الفاسد المتوهم في مواضيع أخرى . وهذا تصيد وترقب للخطأ من المسلم ، وتحميل لكلام المسلم مالا يحتمله ، وتفسير له بما يخالف نيته وقصده ، مع استثنائهم لمشايخهم وأتباعهم .

6.       Kesalahan seorang dalam ushuludin tidak terampuni
§  خطأ الإنسان في أصول الدين غير مغتفر :
§  ومن فروع التكفير المشين لهؤلاء اعتبارهم أن الإنسان - أي إنسان عالما كان أم جاهلا بأمور الأحكام ومسائل الشريعة - لا يغتفر له جهله أو خطؤه في أصول الدين .
§  وقد جاء أصلهم هذا بناء على فهمهم السقيم لما ذكر العلماء من أن الاجتهاد لا يقبل في العقيدة .. ففهموا بفهمهم الباطل الخارجي أن من وقع في الخطأ في مسائل العقيدة فإنه غير مغفور له .. وبذلك أخرجوا علماء الأمة من الملة من حيث يشعرون أو لا يشعرون ..
7.       Memberi label zindik atas seorang muslim tanpa dalil selain hawa nafsu belaka
§  الأصل السابع : إطلاق لفظ الزنديق على المسلم بلا دليل سوى الهوى
§  والزنديق لا يطلق في لغة أهل العلم- في الأغلب - إلا على الكافر المظهر للإسلام ، وبالخصوص على الثنوية والقائلين بإلهين ، ومدعي النبوة والرسالة ، والفرق الباطنية الذين يحملون معاني القرآن على عقائدهم الوثنية ..
§  وقد ذهب كثير من الفقهاء إلى أن الزنديق يقتل دون استتابة ، بمجرد إظهار كفره لأنه منافق كذاب .
§  وقد تساهل أصحاب هذا الكفر الجديد بإطلاق لفظ الزنديق على المسلم المتبع للقرآن والسنة بخطأ أخطأ فيه !! فلا حول ولا قوة إلا بالله . و إنا لله و إنا إليه راجعون !! ولعل العذر لهم في ذلك هو تزاحم هذه الألفاظ في قاموسهم الذي لا يوجد فيه إلا زنديق .. وخارجي .. وكافر .. ومبتدع ..

8.        Penegakan Hujjah tidak diperbolehkan kecuali dinegeri yang jauh dari Islam
·      الأصل الثامن : إقامة الحجة لا تكون إلا في بلاد بعيدة عن الإسلام :
·         ومن دواهي القوم قول بعضهم أن إقامة الحجة من وقع في الكفر لا تكون إلا في البلاد النائية والبعيدة عن الإسلام أما بلاد المسلمين فلا حاجة لمن وجد فيها إلى أن تقام الحجة عليه ، وعلى هذا الأصل الخارجي يكون كل من وقع في الكفر أو الشرك وهو في بلاد التوحيد فهو مشرك كافر ، ولا حاجة عند ذلك إلى إقامة الحجة عليه ، وهذا الأصل من فروع الأصل المتقدم " ومن وقع في الكفر فقد كفر " .
·      باستثناء الحكام فهم عندهم بحاجة لإقامة الحجة لينطبق عليهم الكفر من عدمه ، أما العامة فلا حاجة عندهم لإقامة الحجة عليهم .

9.       Kerja Kolektif (amal jama’i) induk semua fitnah
§  الأصل التاسع : العمل الجماعي أم الفتن :
§  حطت هذه الطائفة رحالها على عروة وثقى من عرى هذا الدين ألا وهي العمل الجماعي بغية حلها فقالوا عنه أم الفتن .. وللتدليل على حرمة العمل الجماعي قالوا أن العمل الجماعي لم يرد في الشرع بدليل أنه لو كان أمرا واجبا لوجوب أن يبينه الرسول صلى الله عليه وسلم بيانا عاما قاطعا للعذر لا ان يجعله نهبة للآراء وعرضة للأهواء وموطنا للنزاع والخلاف و مستودعا للفرقة والخلاف .. وقالوا عن ادلة مشروعية العمل الجماعي أنها لا تهدي إلى الصواب الحق أو حق الصواب ، وفيها التكلف الوعر الذي لا يعرفونه إلا في منطق الفلاسفة ، وأما ما تفرضه الظروف في بعض البلدان على الدعاة إلى الله من الإسرار بدعوتهم فاعتبروه باب ضلالة والعياذ بالله تعالى حيث أن دينهم جلي ظاهر لا خفاء فيه ولا دس ولا كتمان ولا أسرار .
10.   Kepartaian yang tercela dan amal jama’ie  yang disyari’atkan adalah dua sisi keping mata uang
§  الأصل العاشر : الحزبية المذمومة والعمل الجماعي المشروع وجهان لعملة واحدة :
§  اعتبر هؤلاء أن الحزبية لازمة للعمل الجماعي غير منفكة عنه وبالتالي اسقطوا سلبيات الحزبية على العمل الجماعي فقالوا : إن الحزبية تصبح دينا إذا سميناها عملا جماعيا أو قلنا جماعة !! أو جمعية !! أو لجنة !! أو حركة !! وعليه فقس !!!
§  وذلك أنهم يرون أن هذه الأسماء والمصطلحات العائمة البعيدة عن الوضوح قد جنت عن الإسلام والمسلمين ، وهكذا هذه الحزبيات المعاصرة والتجمعات الحاضرة كانت بداياتها نيات خير ... ثم أصبحت تكتلات تراد بذاتها .
11.   Mengharamkan amal jama’ie dan ormas atas jama’ah kaum muslimin dan membolehkan buat mereka sendiri
·         الأصل الحادي عشر : تحريمهم العمل الجماعي والتنظيم الدعوي على الجماعات الإسلامية وإباحته لأنفسهم :
·         مع أن هؤلاء قد افتوا بحرمة العمل الجماعي والتنظيم الدعوي بحجة أنه يدعو إلى الحزبية لكن أعمالهم جاءت مخالفة لفتواهم ، فلديهم عمل منظم كالأسابيع الثقافية والمخيمات الربيعية وطبع الكتب والتواصل الفكري والتنظيمي بينهم في بقاع مختلفة ، وبين قيادتهم "المدينة" المعروفة إلى غير ذلك مما لا سبيل إلى إنكاره .
12.   Jama’ah Islam adalah kelompok sempalan yang sesat
·         الأصل الثاني عشر الجماعات الإسلامية فرق ضالة :
·         الأصل الثالنى عشر لأصول أتباع السلفية الجديدة هو قولهم أن الجماعات الإسلامية ماهي إلا امتداد للفرق الضالة من معتزلة وأشاعرة وخوارج وقدرية وجهمية ، تنتهج منهج الخلف في العقيدة ، فأصبح بدل أن يقال هؤلاء أشاعرة وهؤلاء معتزلة صار يقال هؤلاء أخوان ، وهؤلاء تبليغ .. AC
    لقد بين الشاطبي رحمه الله في الاعتصام ضابط الحكم على تجمع معين أنه من الفرق الضالة بقوله : ( وذلك أن هذه الفرق إنما تصير فرقا بخلافها للفرقة الناجية في معنى كلي في الدين ، وقاعدة من قواعد الشريعة لا في جزئي من الجزئيات ، إذ الجزئي والفرع الشاذ لا ينشئ عنه مخالفة يقع بسببها التفرق شيعا ، وإنما ينشأ التفرق عند وقوع المخالفة في الأمور الكلية ) ... إلى قوله : ( ويجري مجرى القاعدة الكلية كثرة الجزئيات فإن المبتدع إذا أكثر من إنشاء الفروع المخترعة عاد ذلك على كثير من الشريعة بالمعارضة ) [الاعتصام ].
13.    Jama’ah Dakwah Adalah Murtad Dan Berusaha Untuk Merobohkan Tauhid
§  الأصل الثالث عشر: الجماعات الدعوية جماعات ردة وتسعى إلى هدم التوحيد
§  لما قرر هؤلاء أن الجماعات الدعوية أخطر على الإسلام من اليهود والنصارى وانه يجب تقديم حربهم على حرب اليهود والنصارى وجمع مثالبها من أجل هدمها ، حتى زعم بعضهم أن هذه الجماعات هي جماعات ردة ، وزعموا أن جميعها انحرفت عن المنهج الحق وأخذت بمنهج الخلف وعقيدتهم ودخلت إلى الساحة باسم جماعات الدعوة وجماعات خير وهي تسعى في الحقيقة إلى الإطاحة بدعوة التوحيد ومحاربته ، فهي خارجة عن حظيرة الإسلام باسطة أذرعها هدما وفتكا بالإسلام وأهله وتخريبا وإفسادا لبنيانه وأرضه ، فشرها يسري سريان سم الأفعى في جسد الملدوغ من غير ضجيج ولا صخب ولا ظهور إلى أن تفاقم هذا الشر واتسع الخرق على الراقع كما هو الحال والواقع !!
14.   Melihat kondisi umat dan mengenal musuh2nya dan memikirkan mereka, haram secara syar’I seperti melihat kitab taurat yg dirubah
§  الأصل الرابع عشر النظر في أحوال الأمة ومعرفة أعدائها وفكرهم محرما شرعا كالنظر في التوراة المحرفة :
§  جعل هؤلاء النظر في أحوال أمة الإسلام ومعرفة مخططات أعدائها وفضح أساليب مكرهم بها أمرا محرما في الدين إلا من خلال الإعلام المرضي عنه والخاضع للحكومات الغربية ، وقاسوا ذلك على النظر في التوراة المحرفة وأن الرسول صلى الله عليه وسلم قد غضب على عمر بن الخطاب لما رآه ينظر في ورقة من التوراة ، والحال ان الرسول صلى الله عليه وسلم قد غضب على عمر وانه رآه قد استحسن ما في التوراة فقال له : (( لقد جأتكم بها بيضاء نقية والله لو كان موسى حيا لما وسعه إلا أن يتبعني )) [الدارمي 441)    وأما النظر في التوراة للرد على محرفيها والعلم بكيد الكفار وتدبيرهم فهذا فرض على المسلمين وهو من فروض الكفايات التي لا بد أن يقوم بعضهم به وإلا أثموا جميعا .
§   الأصل الرابع عشر النظر في أحوال الأمة ومعرفة أعدائها وفكرهم محرما شرعا كالنظر في التوراة المحرفة :
§  جعل هؤلاء النظر في أحوال أمة الإسلام ومعرفة مخططات أعدائها وفضح أساليب مكرهم بها أمرا محرما في الدين إلا من خلال الإعلام المرضي عنه والخاضع للحكومات الغربية ، وقاسوا ذلك على النظر في التوراة المحرفة وأن الرسول صلى الله عليه وسلم قد غضب على عمر بن الخطاب لما رآه ينظر في ورقة من التوراة ، والحال ان الرسول صلى الله عليه وسلم قد غضب على عمر وانه رآه قد استحسن ما في التوراة فقال له : (( لقد جأتكم بها بيضاء نقية والله لو كان موسى حيا لما وسعه إلا أن يتبعني )) [الدارمي 441)
§     وأما النظر في التوراة للرد على محرفيها والعلم بكيد الكفار وتدبيرهم فهذا فرض على المسلمين وهو من فروض الكفايات التي لا بد أن يقوم بعضهم به وإلا أثموا جميعا .
15.   Memahami fiqh realitas dan ciri-ACcirinya adalah tanggung jawab pemimpin, Menyiakan waktu dan menghilangkan 
§  الأصل الخامس عشر : فقه الواقع وخصوصيته لولاة الأمور مضيعة للوقت مذهبة للجهد 
§  قالوا أن فقه الواقع من واجبات ولاة المسلمين ولا يجوز أن يجند له أهل العلم وطلابه كي لا يزاحموا ولاة الأمور ويركضوا في ميادين لا يعرفون أبعادها وأغوارها لما يترتب على هذه المزاحمة و المنافسة من الأضرار بأنفسهم وأمتهم ما لا يعلم مداه إلا الله فإذا اشتغل طلبت العلم بفقه الواقع قالوا :( إن هذا من إسناد الأمر إلى غير أهله ).
وان السبيل الأحمد لفقه الواقع أن تدع فقه الواقع ليستحكم عندك فقه الواقع فتكون من أعلم الناس وأفقههم بفقه الواقع أو بعبارة أخرى " لنترك فقه الواقع لنفقه الواقع " وما هذا الستار إلا لإخفاء جهلهم في ما يدور من حولهم وتثبيطا لجهاد المسلمين .
16.   Tidak boleh berperang kecuali adanya Imam 
·         الأصل السادس عشر : لا قتال إلا بوجود إمام عام :
·         أراد هؤلاء أن يبطلوا فريضة الجهاد الماضية إلى يوم القيامة فوضعوا شروطا لها لا تتوفر إلا في آخر الزمان ، منها :
·         أن الجهاد لا يفتح بابه ، ولا ترفع رايته ، ولا يدعو إليه إلا إمام واحد - الخليفة - ، وذلك كسائر الحدود والعقوبات .
·         ولما كان هذا في نظرهم غير موجود أصبح الجهاد اليوم عندهم باطلا وانتحارا ، والشهيد اليوم في أرض الإسلام منتحر ( ساع إلى سهم من غضب الله يجأ به في بطنه ) هكذا قالوا !!
·         وهذا القول كبيرة من الكبائر مخالف لإجماع أهل الإسلام والقرآن والسنة فالجهاد فريضة ماضية إلى يوم القيامة سواء وجد العام أم لم يوجد ... ولم يقل بهذا القول إلا الرافضة قديما والقاديانية حديثا ...
17.   Jihad dizaman ini adalah perintah diluar kemampuan dan tidak dosa meninggalkannya
·      الأصل السابع عشر : الجهاد تكليف ما لا يطاق في هذا الزمان ولا إثم في تركه :
·      وبناء على الأصل السابق في تحريم القتال إلا بوجود إمام عام اسقطوا فريضة الجهاد باعتباره من التكايف غير المقدور عليها ، ولا تؤثم الأمة بتركه ، وليس عليها إلا أن تجعل الجهاد حاظرا في نفوس أبنائها ترقب اليوم الذي يهيء الله لها فيه أسبابه فتستجيب لندائه ، فشابهوا بذلك من ينتظر صاحب السرداب ليخلص الأمة ويقيم الجمعة والجماعة والجهاد بزعمهم ..
18.   Jihad yang paling utama hari ini adalah meninggalkan jihad dan seutama-utama I’dad adalah meninggalkan I’dad
§  الأصل الثامن عشر : أفضل الجهاد اليوم ترك الجهاد ، وأفضل الإعداد ترك الإعداد :
§   انتقل أصحاب هذا الفكر من تأصيل أن الجهاد تكليف ما لا يطاق إلى القول باستحباب تركه وأفضلية تعطيله ، إذ أن سياق الآيات التي جاءت في الجهاد - حسب نظرهم - تفيد أن أفضل الجهاد اليوم هو الإمساك عن الجهاد ، وهذا عندهم من الإعداد الذي توفر فيه الجهود إلى ما هو ممكن ، ومقدور عليه يفتحونها متى يشاءون ويغلقونها متى يشاءون .
§  وليت الأمر وقف بهم عند هذا الحد ، بل تجاوزه إلى تعطيل الإعداد للجهاد ، فقالوا بوجوب الإمساك عن الجهاد حتى يكون الإعداد على تمامه ، وقد يكون من الأعداد ترك الإعداد ، وهذا متفرع من الأصل المتقدم أن الجهاد تكليف ما لا يطاق .
19.   Berpolitik beban diluar kemampuan
·         الأصل التاسع عشر  : العمل السياسي تكليف ما لا يطاق وجوب مقاطعة واعتزال العمل السياسي 
·         والأصل والتاسع عشر من أصول هذا الفكر اعتبارهم العمل السياسي أمرا لا يقدر عليه المسلم ولا يطيقه .. وبالتالي لا يشرع عليه العمل فيه ، لأن الله سبحانه وتعالى لا يكلف نفسا إلا وسعها ، ولا يكلف العباد في دينهم الذي شرعه لهم ليؤثمهم بالعجز عما يطيقون من فعل المأمورات ، وترك المنهيات ، ولهذا كان من مفاخر السلفية عندهم عدم اشتغالهم بالعمل السياسي ...  وما ذلك إلا لجهلهم أن من سبل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر خوض العمل السياسي لئلا تبقى ساحته مسرحا لأفكار العلمانيين والإباحيين ، واللادينيين ..
20.   Berpolitik Adalah Larangan Agama Dan Bagi Ulama’ dan Para Da’i Menjauhinya
§  الأصل العشرون : العمل السياسي من المحظورات الشرعية وعلى العلماء والدعاة التحذير منه :
§  ومن أجل أصلهم السابق جعلوا مخالطة السلوك السياسي على ما هو عليه الآن محظورا ، ولا وجه فيه من الإباحة لزحزحته عن دائرة المحظورات الشرعية ، فمن خالطه فإنما يخالطه بوزر ، ومن تاب منه تاب الله عليه ، فيفرض على العلماء والدعاة والتحذير منه ، فإن تركه للقائمين عليه أولى من أن ينافسهم فيه غيرهم ، لأنه بمجموعه مصادم لأصول العقيدة وفروع الشريعة ، وإن كان لابد من العمل السياسي للمسلم فإنه ينبغي أن لا يجاوز التصور النظري المحض فإن تجاوزه فإنما يجاوزه إلى التعبير عنه بالكلمة الواعية ، وكل ذلك لأن الجماعات الإسلامية قد أعطت الجانب السياسي الأهمية البالغة فحولت اندفاع الناس من طلب العلم الشرعي إلى العمل السياسي والتهريج ...
§  والحقيقة أن ذلك دعوة خطيرة للعلمنة وفصل الدين عن الدولة فما لله لله وما لقيصر لقيصر بمعنى اتركوا البلاد للحكام ، ولعلماء الدين والمساجد .
21.   Methode dan sarana dakwah adalah masalah tauqifiyah
§  أساليب الدعوة ووسائلها توقيفية :
§  لما أراد هؤلاء أن يبطلوا جماعات الدعوة إلى الله فإنهم وضعوا أصلا فاسدا يقول :" إن أساليب الدعوة ووسائلها توقيفية " وذلك لإبطال ما لا يرون من الأساليب والوسائل وتحليل ما يرون منها .. وما يملي عليهم أشياخهم .
§  والحال أن الوسائل والأساليب ليست توقيفية لأنها ليست من أمور الغيب وفرائض الدين ، فلم يتعبدنا الله بأسلوب معين للدعوة ، ولا بوسيلة خاصة ، وقد تعارف المسلمون في عصورهم المختلفة على أساليب ووسائل غير منحصرة كالدروس المنظمة ، والإجازات الشرعية ، والمدارس والجامعات ، وطبع الكتب والمجلات ، وكذلك استخدموا الإذاعة والشريط و التلفاز ، وكذلك الجماعة الدعوية ، وجماعة الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، والحسبة ، وبعض ذلك لم تنص عليه نصوص خاصة في الكتاب والسنة .
22.   Melabeli Sifat Sesat dan Menyesatkan Pada Para Da’i
·         الأصل الثانى والعشرون : إطلاق وصف الضال المضل على دعاة هدى :
·         استسهل هؤلاء إطلاق الألفاظ الكبيرة العظيمة ومن ألفاظهم التي تسهل على ألسنتهم إطلاق وصف " الضال المضل " و " الخبيث " على دعاة الهدى والخير من أهل السنة والجماعة .
·         وإطلاق هذا الوصف على من لا يستحقه كبيرة من الكبائر ، ولا شك أن مثله يعود على قائله نعوذ بالله من الخذلان ، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .
23.   Mencela Para Da’ie Sebagai Ibadah Pada Dan Amal Soleh Yang Lebih Utama Dari Salat Dan Puasa
·         الأصل الثالث والعشرون : سب الدعاة قربة إلى الله وعمل صالح أفضل من الصلاة والصوم :
·         الأصل الثالث والعشرون من أصول هذا الفكر هو التعبد لله بسب الصالحين وشتمهم ولعنهم . فالمسلم الداعية الذي يمكن أن يكون قد أخطأ تأولا أو جهلا يصبح وقوعه في هذا الخطأ الاجتهادي سببا في استحلال عرضه بل دمه !
·         وقائمة السباب عند هؤلاء الجراحين طويلة فـ " الخبيث " ، و " الخنيث " ، و " الزنديق " ، و " المبتدع " وأوصاف سهلة على ألسن هؤلاء الجراحين يقولونها في كل مناسبة ، ويطلقونها على الصالحين من عباد الله دون أي تأثم أو مراجعة للنفس ، بل بصدر منشرح ، ويظنون أن هذا أرجى أعمالهم عند أعمالهم عند الله : { إذ تلقونه بألسنتكم وتقولون بأفواهكم ما ليس لكم به علم وتحسبونه هينا وهو عند الله عظيم } [النور 51] .
                                                                                                                     
24.   Mengadu Domba Dengan Penguasa
·         الأصل الرابع والعشرون : النميمة للسلطان أصل من أصولهم :
·         فتراهم يستعينون بسوط السلطان لإسكات مخالفيهم بدلا من الحجة والبرهان ..
·             لا يتورع القوم عن تأليب السلطان على مخالفيهم في القضايا الاجتهادية ، وذلك من خلال تصوير هؤلاء المخالفين بأنهم خطر على الدولة وبالتالي يجب اقتلاعهم ، ومن هؤلاء من كتب مؤلبا في صفحات الجرائد العامة.
·            ومنهج السلف مع السلاطين معروف ، فهم يتجنبون أبواب السلطان ، وإن كان عادلا مقسطا إتباعا لقول النبي صلى الله عليه وسلم : (( من أتى أبواب السلطان افتتن )) ، فكيف إذا كان يعمل بالنميمة ويرسل التقارير والأشرطة المسجلة ، ليصطاد عبارة موهمة ، أو يتجسس على شيخ ليتقرب بدمه عند السلطان ..
·             وقال الثوري : ( إذا رأيت العالم يكثر الدخول على الأمراء فاعلم أنه لص ! ) .
·         وهؤلاء لا سلف لهم في أسلوبهم التحريضي إلا المعتزلة أيام المأمون والمعتصم حين استعانوا بسوط السلطان على أهل السنة ، وحكايتهم مع الإمام أحمد مشهورة معلومة .

25.   Mengarahkan ayat yang diturunkan bagi orang kafir ke kaum muslimin
·         :الأصل الرابع والعشرون  إنزالهم الآيات النازلة في الكفار على المسلمين :
·         هذه الفئة التي اتخذت سب المسلمين دينا أرادت أن تستدل لمنهجها في تجريح أهل الإسلام وتبديعهم وتفسيقهم واستباحة أعراضهم ، ووجوب مفارقة الصالحين منهم وهجرهم ، وتعطيل دعوتهم ، أرادت أن تستدل لهذا المنهج الفاسد من القرآن ... فاستدلت بالآيات النازلة في الكفار ، وأن الرسل جاءوا للتفريق بين الأب وأبيه والزوج وزوجته ، والأخ وأخيه ، ويستدل بعضهم في دروسه بأن محمدا صلى الله عليه وسلم قد جاء فرقا بين الناس أو قد فرق بين الناس ، ويجعلون هذا الحديث دليلا على وجوب التفريق بين المسلمين ، فالسلفي غير الأحواني غير التبليغي ... ويعقدون الولاء والبراء بين السلفيين وهؤلاء ، كما هو الولاء والبراء مع الكفار ..!! فلا حول ولا قوة إلا بالله .
·         والحديث في التفريق بين المؤمن والكافر يحملونه على وجوب التفريق بين مسلم وآخر ، ويستدل بعضهم بقوله تعالى : { ولقد أرسلنا إلى ثمود أخاهم صالحا أن اعبدوا الله فإذا هم فريقان يختصمون } [النمل \45] أن صالحا جاء ليفرق بين قومه .
·         ويرى هذا المستدل بهذه الآية أنه عندما يفرق بين مسلم و مسلم !! فهو تابع لصالح عليه السلام في تفريقه بين المؤمنين والكافرين . فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ...

26.   Ungkapan mereka para da’ie lebih berbahaya bagi Islam dari yahudi, nasrani dan sekuler
·         الأصل الخامس والعشرون : اعتبار الدعاة أخطر على الإسلام من اليهود والنصارى واللادينيين :
·         هذا وهو الوصف الذي يطلقه أصحاب هذا الفكر على الدعاة إلى الله ، وجماعات الدعوة والقائمين بالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، والذين يأمرون بالقسط من الناس ...
·         فهؤلاء المصلحون المجتهدون في إصلاح أحوال هذه الأمة يصفهم هؤلاء بأن دعوتهم وأمرهم بالمعروف وقيامهم بالحق أخطر على أمة الإسلام من اليهود والنصارى ، فلا حول ولا قوة إلا بالله ، وإنا لله وإنا إليه راجعون .

27.   Wajib mendahulukan memerangi para da’i dari pada yahudi 
·         : الأصل السادس والعشرون يجب تقديم حرب الدعاة إلى الله على حرب اليهود :
·         لما كان هؤلاء يرددون ويعتقدون أن الدعاة إلى الله هم أخطر على الإسلام من اليهود والنصارى فإنهم من أجل ذلك قدموا حربهم على حرب اليهود والنصارى وقالوا إن الواجب كشف عوار هذه الفرق - الجماعات - وبيان ضلالها والتحذير من آثامها وخطرها ، وتعرية دعاتها و رؤوسها ، وصرف قلوب الناس وعقولهم عنها ، بل رأوا أن التصدي لجماعات الدعوة مقدم على التصدي للكفار والمنافقين والعلمانيين واليساريين ، بجميع أشكالهم .
·         وهذه هي علة الخوارج قديما وحديثا كما وصفهم رسول الله صلى الله عليه وسلم :(( يقتلون أهل الإسلام ويدعون أهل الأوثان )) [البخاري 3344]

28.   Mendahulukan Memusuhi Da’i Sunnah Dari Pada Pengikut Firqah
§  الأصل السابع والعشرون : تقديم هدم دعاة السنة على أهل الفرق :
§  الأصل السابع والعشرون للطائفة التي اتخذت سب الدعاة إلى الله دينا : أن أهل البدع الكبرى كالرفض والتجهم والإرجاء واللادينيين ... يقولون عنهم : هؤلاء معروف أمرهم ، ظاهر فعلهم ولذلك فلا يجوز أن ننشغل بهم بل يجب أن ننشغل بالدعاة إلى الله لنبين أخطاءهم لأنها تخفى على الناس ...
§  فنعوذ بالله من الخذلان ع طريق الحق ، نسأله جل وعلا ألا يزيغ قلوبنا بعد إذ هدانا .
§  فانظر كيف عمى هؤلاء عن حرب المحاربين للإسلام وانشغلوا بحرب أولياء الرحمن والدعاة إلى الله !! ونهش لحومهم وتفضيل جهادهم بدلا من مؤازرتهم والنصح لهم ، وتسديد أخطائهم .. فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .
29.   Memposisikan diri mereka sendiri seperti ulama’ besar ahlusunnah dalam membid’ahkan penyelisihnya
§  الإصل السابع والعشرون إنزالهم أنفسهم منزلة أئمة أهل السنة الكبار في تبديع مخالفيهم :
§  ومن ذلك استدلالهم بكلام الثوري و الأوزاعي في تبديع أحد الأئمة المشهورين على جواز ما يفعلونه من تبديع وتضليل لمخالفيهم ، وهو بلا ريب قياس مع الفارق فإنما ساغ ذلك للثوري وغيره من أئمة السلف بسبب ما أوتوه من علم وعمل وقبول بين الناس ، وشتان ما بين أحوال أولئك الأئمة وأحوال هؤلاء الطائشين المتعجلين .
30.   Tidak menbicarakan para da’ie kecuali keburukannya
§  الأصل الثامن والعشرون لا يذكر للدعاة والمفلحين إلا سيئاتهم :
§  الأصل السابع والثلاثون من أصول البدعة عند هؤلاء هو أنهم لا يذكرون للدعاة والمصلحين ومن يريدون هدمهم من أهل الخير إلا سيئاتهم فقط ، وذلك بهدف التنفير منهم وإبعاد الناس عنهم وتحذير طلبة العلم منهم والملتزمين والعوام من الاستماع إليهم ، ويسمون منهجهم هذا منهج أهل السنة في النقد .
§        الأصل التاسع والعشرون اختراعهم قول " ليس على منهج السلف " أو " ليس على منهج أهل السنة والجماعة " وكأنهم ورثوا عرش السلفية دون غيرهم :
§  اخترع هؤلاء الجراحون هذه العبارة " ليس من منهج السلف " وهي عبارة مجملة ترقى عنهم إلى التكفير والإخراج من أهل السنة والجماعة ، والفرقة الناجية ...
§  ويطلقون هذه الكلمة على مجرد مخالفة يسيرة في أمر اجتهادي يسوغ فيه الخلاف ، كالمشاركة في المجالس النيابية ، بقصد الإصلاح ودفع الشر ، وكالقول بأن وسائل الدعوة ليست توقيفية .
§  وهذه الكلمة كلمة كبيرة ، واصطلاح خطير لأنه أدى بكثير من هؤلاء الجراحين إلى التكفير بغير مكفر ، والتبديع بغير مبدع للمسلمين الذين يؤمنون بالقرآن والسنة ولا يخرجون على إجماع الأمة ويعتقدون عقيدة السلف في الإيمان بالأسماء والصفات وسائر أمور الغيب ولا يقدمون قول أحد على قول الله ورسوله ، ولكنهم قد يخالفون هؤلاء في أمر فرعي اجتهادي يسوغ فيه الخلاف ..
§  فيطلق عليهم هؤلاء هذه الكلمة الكبيرة " ليس من منهج السلف " و " ليس من أهل السنة والجماعة " وهذه الكلمة لا تطلق إلا على من وضع أصولا تخالف أصول أهل السنة كإنكار السنة أصلا أو الدخول في بدعة عقائدية كالخروج والرفض والإرجاء والتجهم والقدر ، أو تقديم العقل والهوى على النصوص من القرآن والسنة ، أو الفصل بين الدين والسياسة ... ونحو ذلك من البدع العقائدية التي تهدم الدين أو جزءا منه .



31.   Tidak Ada Kufur Kecuali Mendustakan
§  الأصل الثلاثون  : لا كفر إلا بالتكذيب :
§  وهو قول بعضهم أن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب ، وهو بعينه قول جهم بن صفوان وبشر المريسي وابن الرواندي والصالحي ، وغيرهم من الجهمية ، ولهذا لما طبقوا هذا الأصل على الواقع صار حكم من نبذ الشرعية كلها وحكم بقوانين الكفار بحذافيرها وحارب من يدعو إلى تحكيم الشريعة وبالغ في أذاهم وتشويه دعوتهم أنه لا يكفر لأن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب .
§  وكذلك من فتح الباب للأحزاب العلمانية الكافرة وأنشئ لها هيئات ومؤسسات ومجالس ومؤتمرات وصحف تدعو بها إلى أفكارها وترغب الناس فيها وتسخر من الدين وتستهزأ بشعائره أنه لا يكفر .
§  واعلم أن هؤلاء المساكين لما أرادوا تهوين جرائم كفرة الحكام وطمعوا أن يرضوهم تعلقوا بمذهب المرجئة الباطل في الإيمان و طبقوه على هؤلاء الحكام .
§  ومذهب المرجئة هذا مبني على أن جنس الأعمال من كمال الإيمان ، وليس ركنا من أركانه كما تقول أهل السنة ، فأهل السنة جنس العمل عندهم يزول الإيمان بزواله ، ولا يزول بزوال بعض العمل كما تقول الخوارج والمعتزلة .
§  أما المرجئة فلا يزول الإيمان وإن زال جميع العمل ، لأن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب ، لأن الإيمان هو التصديق فيكون ضده هو التكذيب لا غير .
§  وأهل السنة الإيمان عندهم هو التصديق والعمل والكفر يكون بالتكذيب وبغيره ، كالتولي عن الطاعة وترك العمل بالكلية ، وعند بعضهم ترك الصلاة بمنزلة ترك العمل بالكلية .
§  قال ابن تيمية : ( وقد تبين أن الدين لابد فيه من قول وعمل وأنه يمتنع أن يكون الرجل مؤمنا بالله ورسوله بقلبه ولسانه ولم يؤد واجبا ظاهرا ولا صلاة ولا زكاة و لا صياما وغير ذلك من الواجبات ) .
وقال : ( ومن قال بحصول الإيمان الواجب دون فعل شيء من الواجبات سواء جعل فعل تلك الواجبات لازما له أو جزء منه - فهذا نزاع لفظي - كان مخطأ خطأ بيناً ، وهذه بدعة الإرجاء التي أعظم السلف والأئمة الكلام في أهلها ، وقالوا فيه المقالات الغليظة ما هو معروف ) [مجموع الفتاوى 7\621] .

32.   Suka Memfonis bukan Salafi dan bukan Ahlu Sunna
§  اختراعهم قول " ليس على منهج السلف " أو " ليس على منهج أهل السنة والجماعة " وكأنهم ورثوا عرش السلفية دون غيرهم :
§  اخترع هؤلاء الجراحون هذه العبارة " ليس من منهج السلف " وهي عبارة مجملة ترقى عنهم إلى التكفير والإخراج من أهل السنة والجماعة ، والفرقة الناجية ...
§  ويطلقون هذه الكلمة على مجرد مخالفة يسيرة في أمر اجتهادي يسوغ فيه الخلاف ، كالمشاركة في المجالس النيابية ، بقصد الإصلاح ودفع الشر ، وكالقول بأن وسائل الدعوة ليست توقيفية .
§  وهذه الكلمة كلمة كبيرة ، واصطلاح خطير لأنه أدى بكثير من هؤلاء الجراحين إلى التكفير بغير مكفر ، والتبديع بغير مبدع للمسلمين الذين يؤمنون بالقرآن والسنة ولا يخرجون على إجماع الأمة ويعتقدون عقيدة السلف في الإيمان بالأسماء والصفات وسائر أمور الغيب ولا يقدمون قول أحد على قول الله ورسوله ، ولكنهم قد يخالفون هؤلاء في أمر فرعي اجتهادي يسوغ فيه الخلاف ..
33.   Suka Memfonis bukan Salafi dan bukan Ahlu Sunnah
§  فيطلق عليهم هؤلاء هذه الكلمة الكبيرة " ليس من منهج السلف " و " ليس من أهل السنة والجماعة " وهذه الكلمة لا تطلق إلا على من وضع أصولا تخالف أصول أهل السنة كإنكار السنة أصلا أو الدخول في بدعة عقائدية كالخروج والرفض والإرجاء والتجهم والقدر ، أو تقديم العقل والهوى على النصوص من القرآن والسنة ، أو الفصل بين الدين والسياسة ... ونحو ذلك من البدع العقائدية التي تهدم الدين أو جزءا منه .
34.   Menggunakan senjata Hajrul Mubtadi’ melawan kaum muslimin Muslihin
·         الأصل الثاني و الثلاثون : استخدامهم سلاح هجر المبتدع ضد المسلمين المصلحين :
·         هجر المبتدع وسيلة شرعية للإصلاح تخضع للمصالح والمفاسد وهو من أصول أهل السنة والجماعة ، وقد استخدمه أهل السنة لمحاربة البدعة وتقليل ضررها وشرها والتحذير من أهلها ، وقد وضع أهل السنة والجماعة ضوابط لذلك ومنها :
·         أن الحكم على المبتدع متروك للأمة الأعلام الذين يميزون بين السنة والبدعة فقد كان الصحابة - رضي الله عنهم - أنفسهم يرجعون إلى العلماء منهم قبل الحكم على أمر جديد ، كما رجع أبو موسى الأشعري إلى ابن مسعود لما رأى في المسجد أناسا متحلقين وفي وسط كل حلقة كوم من الحصى ، وعلى رأس كل حلقة رجل يقول لهم سبحوا مائة فيسبحون كبروا مائة فيكبرون ، فلم يتعجل أبو موسى الحكم عليهم حتى سأل ابن مسعود في ذلك . [رواه الدارمي 208] .
·         وكذلك رجع الناس إلى ابن عمر لما نشأ القدر ، ورجعوا إلى علي بن أبي طالب لما ظهر الخوارج وهكذا ...
·         ومن أصول أهل السنة أن الهجر للتأدب وأنه يختلف بحسب قوة الهاجر وضعفه وأنه لتحقيق مصالح شرعية وان المصلحة الشرعية إن كانت في المخالطة وجب المصير إليها ...
·         وهؤلاء الجراحون استخدموا الهجر سلاحا لقتل الإسلام ، وتفريق المسلمين فجعلوا كل صغير لم يصل الحلم جراحا وحاكما على الناس بالبدعة والسنة ، وأمروا بهجر كل الدعاة والجماعات ، وكل من أخطأ خطأ في نظرهم ... فلم يبق أحد من المسلمين من أهل السنة والجماعة - إلا من رحم الله - إلا استحق عندهم الهجر .
·         ثم كروا على أنفسهم فبدع بعضهم بعضا وهجر بعضهم بعضا وهكذا ارتد سلاحهم عليهم ... وبهذا حول هؤلاء الجراحون سلاح هجر المبتدع الذي استعمله أهل السنة في محاربة البدعة إلى سلاح يحاربون به الإسلام والسنة ، فإنا لله وإنا إليه راجعون ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .
35.   Membawa Ucapan Salaf untuk mentahdzir da’I Ahlusunnah
·         الأصل الثالث والثلاثون : حملهم أقوال السلف في التحذير من أهل البدع على الدعاة المنتسبين إلى أهل السنة والجماعة :
·         من عظائم هؤلاء أنهم أخذوا نصوص السلف في التحذير من أهل البدع ووضعوها في غير مواضعها ، فقد أطلقوها على أناس صالحين من أهل السنة والجماعة .
·         وعلى أساس منهجهم الفاسد في أن ( كل من وقع في البدعة فهو مبتدع ) فإنهم أخرجوا أناسا كثيرين من أهل السنة والجماعة لم يكونوا دعاة لبدعة وإن كانوا قد تلبس ببعضهم بها خطأ ، وتأولا كالحافظ ابن حجر والإمام النووي من الأئمة الأعلام رحمهما الله ، وغيرهما ..
·         ولما رأى بعضهم خطورة ذلك وأنهم ربما يبدعون بذلك عددا كبيرا من علماء الأمة رجعوا عن تبديع هؤلاء الأقدمين ، واستمروا في تبديع الدعاة المعاصرين ، علما أن هؤلاء الدعاة وقعوا في بعض الأخطاء التي لا تخرجهم من عموم أهل السنة والجماعة ، وهي أهون مما وقع فيه الحافظ ابن حجر والإمام النووي رحمهما الله ...
·         ومنهم من اتخذ التقية ، دينا فكان يبدع هؤلاء الأقدمين سرا أو أمام خاصته ، وينفي عنهم البدعة علنا . فنعوذ بالله من الخذلان ، ولا حول ولا قوة إلا بالرحمن .
·         فهلا اتبع هؤلاء قواعد أهل السنة والجماعة في التبديع بدل من اعتناقهم قواعد تصل بهم أن يبدعوا سلف الأمة جميعا ، بل لو طبقوا هم قواعد التبديع التي اخترعوها على أنفسهم حسب موازينهم لكانوا من شر أهل البدع !!!
36.   Menuduh kelompk lain dengan Takfir
·         الأصل الرابع و الثلاثون : اتهامهم مخالفيهم من الدعاة بالتكفير :
·         هذا الأصل يستخدمه أتباع هذه الطائفة سلاحا في محاربة من يحالفهم من الدعاة والمصلحين .
·         فيتهمون الدعاة بالفئة الضحضاحة التي لا تجد راحة صدورها في إطلاق لقب الجاهلية أو كلمة الكفر على ألسنتها ، تحكم بهذه أو بتلك على مجتمع كل ملايينه مسلمون ...
·         ويتهمون أتباعهم بالتعطش للحكم على الناس بالتكفير والنفاق ، ووصف المجتمعات الإسلامية بالمجتمعات الجاهلية وبالانسلاخ الكامل من الدين .
37.   Meninggalkan kebenaran jika dari kelompok lain
·         الأصل الخامس والثلاثون : تركهم الحق إذا جاء ممن خالفهم :
·         ومن أصولهم الفاسدة تركهم الحق ، لأن من يخالفهم يقول به أو يفعله ، ويجعلون ذلك دليلا على معرفة الحق ، ولهذا يحكمون على القول أو الفعل بأنه باطل لأن " الأخوان المسلمون " يفعلونه أو يقولونه أو " جماعة التبليغ " أو غيرهم .
·         ولهذا يقول قائلهم هذا " منهج الأخوان " أو هذا " منهج التبليغ " إذا أراد أن يستدل على الخطأ في مسألة ما ، وهذا نظير فعل الرافضة مع أهل السنة ، فإنهم يقولون ( إذا لم تعرف دليلا على مسألة ما فخالف أهل السنة تصب الحق فيها ) ، وفعلهم هذا يدل على أن غيرهم لا يكون فيه خير ، والحق لا يكون إلا معهم ، فكأنهم هم فقط الذين جمعت فيهم خصال الخير وعلم الحق كله .
38.   Sikap bertentangan dalam fatwa
·         الأصل السادس والثلاثون : موقفهم المتناقض من فتاوى أئمة أهل السنة والجماعة
·         إذا وجد هؤلاء فتوى لأحد من علماء السنة - قديما وحديثا - يشتم منها رائحة الموافقة لبعض آرائهم طاروا بها فرحا ، وألزموا الناس بها من باب توقير أهل العلم والرجوع إلى أقوالهم ، وربما ظهرت فتوى لبعض العلماء تخيء اجتهاد بعض المشايخ في مسألة ما لا تتفق مع مذهبهم ، وفي هذه الحال يلزمون ذلك الشيخ بالنزول عن رأيه والرجوع إلى رأي العلماء دونما نظر لأدلة الطرفين وحججهم وما يجب صنعه في مثل هذه الاختلافات .
·         أما إذا جاءت الفتوى ناسفة لأصولهم الكاسدة كمشروعية العمل الجماعي ، أو المشاركة بالبرلمانات النيابية ، فإنهم يردونها ولو كانت من نفس العالم الذي طبلوا من قبل لفتاويه الأخرى .
·         ويظهرون في هذا الموقف بوجه سلفي أثري يدعو إلى نبذ التقليد ، وعدم الجمود على أقوال العلماء ويحدثونك عن منهج الاستدلال عند السلف .. الخ من كلامهم المعهود ، فنعوذ بالله من اتباع الهوى .
·         الأصل السابع والثلاثون  : تربية الصغار على الثلب والشتم والتجريح :
·         من أصول الابتداع عند هؤلاء هو تعليم صغار طلاب العلم والمبتدئين سب الناس وتجريحهم قبل أن يعرف الشاب المبتدئ أركان الأيمان ، وأصول الأخلاق ، وأحكام العبادات ... فهم يبدأون مع الشاب الذي بدأ في الالتزام والهداية فيعلمونه أن فلانا أخطأ في كذا ، وابتدع كذا ، وهذا العالم زنديق لأنه قال كذا ، وذاك ضال لأنه فعل كذا . وهذه أمور تضره في دينه وتقسي قلبه ، وهم مع ذلك يوهمونه أنه بذلك يكون كإمام أهل السنة والجماعة أحمد بن حنبل ، والناقد الخبير يحيى بن معين ، وأئمة الجرح والتعديل الذين جلسوا لتمييز الرواة ، وجرح المجروحين ، والذب عن الدين ... فلا حول ولا قوة إلا بالله رب العالمين .
·         ما أفسد هذا القياس فعلماء الجرح والتعديل كان همهم تصنيف الرواة لمعرفة من يروي عنه ممن لا تجوز الرواية عنه ، أما هؤلاء فهمهم تجريح علماء الإسلام والدعاة لتنفير الناس عنهم .
·         وإمام أهل السنة أحمد بن حنبل وغيره من الأعلام لم يجلسوا لتصنيف الرواة إلا بعد أن أصبحوا في مرتبة الأئمة الأعلام الذين يستطيعون وزن الناس وتصنيفهم ، أما حدثاء الأسنان هؤلاء فأغرار صغار لا يعرف كثير منهم الفرق بين سنة وبدعة ، ولا يستطيع ترجيح قول على قول ، ولا يميز بين ركن وواجب ، ولا يدري مصلحة من مفسدة فضلا عن أن يميز بين مفسدتين ، أو يفاضل بين مصلحتين .

39.   Menghilangkan Tauhid Hukum
·         الأصل الثامن والثلاثون : إلغاء توحيد الحكم من التوحيد :
·         لما كانت حركة الابتداع الجديدة هذه تقوم في بعض جوانبها على مناصرة الحكام أيّا كانوا ، وإبطال فريضة الجهاد وبعض صور الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر ، وتشويه صورة كل داع إلى الحكم بشريعة الله .
·         فإنهم عادوا المطالبة بتحكيم شرع الله في الأرض واعتبروا ما اصطلح على تسميته " بتوحيد الحاكمية " ابتداعا في الدين ، وأنه لا يوجد نوع من التوحيد يسمى " توحيد الحاكمية " ، وأن الأولى أن يدرج في أبواب الفقه .
·         وجهل هؤلاء أن الصحابة أنفسهم لم يقسموا التوحيد اصطلاحا إلى ربوبية وألوهية والأسماء والصفات ، وإنما هذا اصطلاح حادث ، وهو حق لأن كفار قريش فرقوا في الإيمان بالله بين كونه سبحانه وتعالى ربا وخالقا ومدبرا للكون ، وبين كونه الإله الذي لا إله غيره سبحانه تعالى والذي لا يستحق سواه أن يعبد...
·         فاصطلح على تسمية ما أقروه من الإيمان بالله " بالربوبية " ، وما أنكروه من مسائل الإيمان بالله " بالألوهية " ...
·         ولما جاء من المسلمين من فرق بين صفة لله وصفة أخرى وآمن ببعض أسماء الله وصفاته وكفر ببعضها ، فإن علماء أهل السنة سموا الإيمان بكل أسماء الله وصفاته " توحيد الأسماء والصفات " وذلك ليبينوا أن هذا داخل في مسمى الإيمان بالله سبحانه وتعالى فأصبح الإيمان الحق بالله جل وعلى مشتمل على الإيمان بكل ما وصف به نفسه وكل ما وصفه به رسوله .
·         والآن لما نشأ في المسلمين من قال نؤمن بالله ربا وإله ، ولا نؤمن به حاكما في شؤوننا الدنيوية ، بل ننظم أمورنا الدنوية كما نشاء ، ونادوا بفصل الدين عن الدولة كما يقولون ، وبفصل الدين عن الشؤون السياسية والاقتصادية ، فإن علماء الإسلام ردوا هذه البدعة الجديدة و التي سميت باللادينية أو العلمانية ، وبينوا أنه لا إسلام إلا لمن آمن بأن الله سبحانه وتعالى حاكما وأن الحكم له سبحانه وتعالى ..
·         وليس هذا بدعا في الدين أو ابتداعا في الإيمان والتوحيد ، بل إن من أركان التوحيد إفراد الله عز وجل للحاكمية وتقديم حكم الله ورسوله وطاعة الله ورسوله على طاعة وحكم كل أحد ، والإيمان بأن الحكم لله وحده وأن من رضي مختارا بحكم غيره في أي شأن من الشؤون فهو كافر بالله كما قال تعالى : { ألم تر إلى الذين يزعمون أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من قبلك يريدون أن يتحاكموا إلى الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به } [النساء 60] .
·         وفي آخر هذه الآيات { فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم ثم لا يجدوا في أنفسهم حرجا مما قضيت ويسلموا تسليما } [النساء 65] .
·         ولقد جاء من هؤلاء المبطلين من يزعم أن توحيد الحكم ليس من التوحيد ، وأن الحكم بغير ما أنزل الله إنما هو " كفر دون كفر " هكذا على إطلاقه ! دون تفريق بين من جعل حكم البشر أفضل من حكم الله أو مساويا لحكم الله ، ومن أخطأ أو تأول أو حكم بقضية واحدة بغير ما أنزل الله .
·         وبإطلاقهم القول أن الحكم بغير ما أنزل الله كفر دون كفر ، هونوا على الناس التحاكم إلى غير شريعة الله والرضا بغير حكم الله ، وأعطوا المبدلين لشرع الله صك شرعي في أن ما يفعلونه من حرب شريعة الله إنما هو معصية لا تخرجهم من الإسلام .. فنعوذ بالله من الخذلان ، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي المنان .
40.   Kufur hanya pada Mendustakan
·         الأصل التاسع والثلاثون : لا كفر إلا بالتكذيب :
·         وهو قول بعضهم أن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب ، وهو بعينه قول جهم بن صفوان وبشر المريسي وابن الرواندي والصالحي ، وغيرهم من الجهمية ، ولهذا لما طبقوا هذا الأصل على الواقع صار حكم من نبذ الشرعية كلها وحكم بقوانين الكفار بحذافيرها وحارب من يدعو إلى تحكيم الشريعة وبالغ في أذاهم وتشويه دعوتهم أنه لا يكفر لأن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب .
·         وكذلك من فتح الباب للأحزاب العلمانية الكافرة وأنشئ لها هيئات ومؤسسات ومجالس ومؤتمرات وصحف تدعو بها إلى أفكارها وترغب الناس فيها وتسخر من الدين وتستهزأ بشعائره أنه لا يكفر .
·         واعلم أن هؤلاء المساكين لما أرادوا تهوين جرائم كفرة الحكام وطمعوا أن يرضوهم تعلقوا بمذهب المرجئة الباطل في الإيمان و طبقوه على هؤلاء الحكام .
·         ومذهب المرجئة هذا مبني على أن جنس الأعمال من كمال الإيمان ، وليس ركنا من أركانه كما تقول أهل السنة ، فأهل السنة جنس العمل عندهم يزول الإيمان بزواله ، ولا يزول بزوال بعض العمل كما تقول الخوارج والمعتزلة .
·         أما المرجئة فلا يزول الإيمان وإن زال جميع العمل ، لأن الكفر لا يكون إلا بالتكذيب ، لأن الإيمان هو التصديق فيكون ضده هو التكذيب لا غير .
·         وأهل السنة الإيمان عندهم هو التصديق والعمل والكفر يكون بالتكذيب وبغيره ، كالتولي عن الطاعة وترك العمل بالكلية ، وعند بعضهم ترك الصلاة بمنزلة ترك العمل بالكلية .
·         قال ابن تيمية : ( وقد تبين أن الدين لابد فيه من قول وعمل وأنه يمتنع أن يكون الرجل مؤمنا بالله ورسوله بقلبه ولسانه ولم يؤد واجبا ظاهرا ولا صلاة ولا زكاة و لا صياما وغير ذلك من الواجبات ) .
وقال : ( ومن قال بحصول الإيمان الواجب دون فعل شيء من الواجبات سواء جعل فعل تلك الواجبات لازما له أو جزء منه - فهذا نزاع لفظي - كان مخطأ خطأ بيناً ، وهذه بدعة الإرجاء التي أعظم السلف والأئمة الكلام في أهلها ، وقالوا فيه المقالات الغليظة ما هو معروف ) [مجموع الفتاوى 7\621] .
·         وقد قدمنا في أول الكتاب أن القوم مرجئة مع الحكام فإنا لله وإنا إليه راجعون ..
41.   Diam Terhadap Penyimpangan Penguasa
·         الأصل الأربعون : وجوب السكوت عن انحراف الحكام :
·         من الأصول الفاسدة التي يتبعها هؤلاء إبراز أصل أهل السنة والجماعة في وجوب السمع والطاعة للإمام المسلم ما لم يأمر بمعصية والصبر على ظلم الحاكم مادام أنه مجاهد في سبيل الله ، مدافع للأعداء الإسلام ووجوب الصلاة خلفه وعدم الخروج عليه إلا في كفر بواح ، وهذا كله حق .
·         ولكن الوجه الآخر كذلك هو وجوب النصح لهذا الإمام وقول كلمة الحق له ووجوب الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر عليه ، وجهاد الكفار ورعاية مصالح الأمة فرض عليه وقبل هذا وذاك ، فالحكم بما أنزل الله سبحانه وتعالى في الكبير والصغير فرض عليه .
·         إن الحاكم والمحكوم طرفا عقد هو عقد البيعة ، فكما يجب على المحكوم السمع والطاعة للإمام ، فإن العدل ورعاية مصالح المسلمين وجهاد الكفار وتأمين الناس على أموالهم وأنفسهم فرض على الإمام كذلك . فإذا قصر الإمام في واجبه فيجب النصح له وإذا قصرت الرعية في واجبها وجب النصح لها كذلك ..
·         والدعوة إلى وجوب السمع والطاعة فقط وأن هذا هو أصل أهل السنة والجماعة تزييف لمنهج أهل السنة والجماعة الذي يقوم على النصح للأئمة المسلمين وعامتهم وليس النصح للعامة وترك الأئمة .
·         والقوم لا يفرقون في ذلك بين من لم يحكم بالشرع في بعض فروعه وبين من نحى الشريعة كلها جانبا وأعلن العلمانية دينا ومنهجا وحارب الإسلام ودعاته وزج بهم في سجون التعذيب ونزع الحجاب عن المسلمات ... بل هذا في نظرهم ممن يجب له السمع والطاعة سواءا بسواء !
42.   Mengkritik Penguasa Dengan Lisan Adalah Khawarij
§  الأصل الحادي والأربعون : إنكار منكر الإمام باللسان خروج :
§  من أصولهم الفاسدة إطلاق لفظ الخارجي على من أنكر منكر الإمام باللسان ، وهذه كبيرة من الكبائر وعظيمة من العظائم ، لأن كلمة الحق عند الإمام الجائر من الجهاد كما قال صلى الله عليه وسلم : (( أعظم الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر )) [رواه أحمد في المسند 4\315] .
§  ولا يسمى خارجيا إلا إذا اعتقد كفر المسلم بالمعصية ، ورأى الخروج على الحاكم المسلم بالسيف فإن لم يخرج فهو من القعدة ، وهذا لا يجوز قتاله كعمران بن حطان وغيره ، وإن خرج بالسيف عليهم فهو خارجي ، وهو الذي يجب قتاله .
§  وأما الإنكار باللسان فقط دون تكفير المسلمين أو اعتقاد تخليد صاحب الكبيرة في النار أو الخروج عليهم بالسيف ، فلا يسمى مثل هذا خارجيا ، ومن سمى الداعي إلى الله الذي يقوم بالدعوة ويأمر بالقسط بين الناس خارجيا فهو ضال مبتدع مخالف لكلام رب العالمين وسنة سيد المرسلين ، وإجماع أمة المسلمين .
43.   Tidak Boleh Amar Makruf Kecuali Dg Izin Imam
§  الأصل الثاني والأربعون : لا أمر بمعروف إلا بإذن الإمام :
§  ولما أبطل هؤلاء بعض صور الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر فزعموا أنه لا أمر بمعروف ولا نهي عن منكر إلا بإذن الإمام ، بل قالوا إنه لا إنكار حتى بالجنان إلا بإذن السلطان !!
§  وهذا قول مخالف للقرآن والسنة والإجماع فقد قال تعالى : {إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات والهدى من بعد ما بيناه للناس في الكتاب أولئك يلعنهم الله ويلعنهم اللاعنون } [البقرة 159] .
وقال سبحانه وتعالى : { وإذ أخذ الله ميثاق الذين أوتوا الكتاب لتبيننه للناس ولا تكتمونه فنبذوه وراء ظهورهم واشتروا به ثمنا قليلا فبئس ما يشترون } [آل عمران  187] .
§  وقال صلى الله عليه وسلم : " من سئل عن علم فكتمه ألجمه الله يوم القيامة بلجام من نار " [رواه داوود 3658] .
وكان مما أخذ الرسول صلى الله عليه وسلم العهد على أصحابه ( وأن نقول بالحق حيث كنا لا نخاف في الله لومة لائم ) [رواه البخاري 7200] .
                                                               
Disunting  dan disalin sesuai naskah asli oleh
Disunting sesuai dengan aslinya
Untuk Keperluaan Kajian PC Muhammadiyah Ajibarang
Bertempat di Masjid Besar At-Taqwa Ajibarang
Oleh edinarco
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com