Kamis, 09 Mei 2024

ISHAQ AL-MAUSILI PENEMU TANGGA NADA SOLMISASI



Musisi dari Baghdad Penemu Tangga Nada

Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.

Bahkan dalam bukunya, La Borde menulis, "Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo." La Borde pun tak sendirian, seorang komposer Eropa lainnya, Guilaume Andre Villoteau meyakini bahwa solmisasi merupakan ciptaan orang-orang Islam.

Tujuh tangga nada yakni do-re-mi-fa-sol-la-si diyakini diambil dari bunyi-bunyi huruf Arab yaitu dal-ra-mim-fa-shad-lam-sin. Demi menutup argumennya dengan meyakinkan, La Borde membuat monograf perbandingan secara kritis antara model solmisasi temuan ilmuan Muslim dan solmisasi yang dibuat oleh Guido Arezzo. Disimpulkan bahwa Guido's Hand tidak lebih dari hasil contekan model notasi yang ditemukan oleh ilmuan Muslim. Guillaume Andre Villoteau mengatakan bahwa penemu solmisasi adalah Ishaq Al-Mausili, seorang Musisi asal Abbasiyah..

Mengenal Ishaq Al Mausili

Ishaq Al-Mausili (wafat 850 M) adalah salah seorang musisi Muslim terbesar di kancah dunia musik Arab pada zaman kekhalifahan. Darah seni menetes dari ayahnya, Ibrahim Al-Mausili (wafat 804 M), yang juga seorang musisi besar.

Ishaq terlahir di Al-Raiy, Persia Utara. Saat itu, sang ayah tengah mempelajari musik Persia. Sang ayah terus mengembara demi mempelajari dan mengembangkan seni musik yang sangat dicintainya. Suatu waktu, Ibrahim membawa putranya yang mash kecil ke Kota Baghdad metropolis intelektual dunia.

Kelak, di pusat pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah itulah nama Ishaq melambung sebagai seorang musisi legendaris. Kisah masa kecilnya juga tercatat dengan baik. Ishaq cilik memulai pendidikannya dengan mempelajari Alquran dari Al-Kisa’i dan Al-Farra.

Dari Hushaim ibnu Bushair, Ishaq mempelajari tradisi dan budaya. Sedangkan, pelajaran sejarah diperoleh nya dari Al-Asmai’i dan Abu Ubaidah Al-Muthanna. Sejak kecil, ia sudah kepincut dengan musik. Namun, sang ayah bukanlah satu-satunya guru yang memperkenalkan dan mengajarinya seni musik.

Menurut Miss Schlesinger, Ishaq mempelajari musik dari sang paman, Zalzal, dan Atika binti Shuda yang juga musisi terkemuka. Ishaq dikenal sebagai sosok manusia yang kaya dengan budaya. Ia adalah musisi yang intelek. Hal itu dibuktikan dengan perpustakaan pribadinya yang tercatat se bagai yang terbesar di Baghdad.

Berkembang Sampai Dunia Barat

Ishaq telah memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu musik. Ternyata, dialah musisi yang memperkenalkan solmisasi: do re mi fa sol la si do. Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, yang begitu populer di Barat.

Musisi Muslim lainnya yang juga memperkenalkan solmisasi adalah Ibn Al-Farabi (872 M-950 M) dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu, Ziryab (789 M-857 M), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad, turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jauh sebelum Guiddo Arezzo muncul dengan notasi Guido’s Handnya.

Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Guido Arezzo adalah musisi yang pertama kali memperkenalkan solmisasi lewat notasi Guido’s Hand. Ternyata, notasi Guido’s Hand milik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para ilmuwan Muslim.

Para ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain Yunus Alkatib (765 M), Al-Khalil (791 M), Al- Ma’mun (wafat 833 M), Ishaq Al- Mausili (wafat 850 M), dan Ibn Al- Farabi (872 M-950 M). Ibn Firnas (wafat 888 M) pun turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena, ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol terhadap musik oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di sekolah-sekolah Andalusia.

Guido Arezzo mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan ilmuwan Muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam Catalogna yang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat Muslim dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika.

Bakatnya dari Lingkungan Keluarganya Musisi

 

Ishaq Al Mausili (767-850 M) adalah seorang musisi berpengaruh pada abad ke-9 di Baghdad. Ia hidup dan berkarya pada masa Khalifah Harun Ar Rasyid memerintah. Ayahnya yang bernama Ibrahim Al Mausili juga seorang seniman. Sejak masih kecil ia mulai menunjukkan bakat musik. Ayahnya bukan satu-satunya orang yang mengenalkan dan mengajari musik. Pamannya, Atika binti Shuda juga seniman berpengaruh.

Selain berbakat dalam musik, ia juga sosok yang cerdas dan berbudaya. Ia punya perpustakaan pribadi yang terbesar di seluruh Baghdad. Karyanya termasuk berpengaruh, baik kepada dunia maupun kepada murid-muridnya. Meski kenyataannya yang dikenal luas tidak seberapa. Salah satu ciptaannya yang fenomenal adalah sistem tangga nada.

Perkembangan Penulisan Notasi (tangga nada)

Ia sudah menekuni musik sejak kecil dan kemudian menciptakan terobosan baru tentang cara menampilkan lagu. Lagu-lagu dan permainan musik memang diminati lingkungan istana jadi banyak terpacu untuk berkarya, salah satunya membagi nada ke dalam beberapa notasi Arab.

Meskipun di kemudian hari orang-orang di dunia banyak mengenali Guido Arezzo dari Italia sebagai sosok pencipta tangga nada atau sistem solmisasi melalui notasi Guido’s Hand Tapi Jean Benjamin de la Borde, seorang peneliti dan komposer Prancis memiliki pandangan lain. Dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780), Borde memberi kesimpulan mengejutkan. Ternyata, notasi Guido’s Hand karya Guido Arezzo sebetulnya tidak orisinil. Ada pengaruh dari notasi Arab yang sudah ditemukan sebelumnya. Setelah dipelajari, Guido’s Hand sangat mirip dengan karya ilmuwan dan musisi Muslim abad ke-9.

Ia sudah hidup dalam waktu lebih dari satu abad sebelum Guido Arezzo. Tangga nada yang diciptakannya memiliki bunyi nada, model notasi abjad, dan suku kata unik untuk penanda nada. Ia menampilkan notasi dengan huruf Arab yang diucapkan Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Sementara itu notasi Guido’s Hand dengan huruf latin diucapkan Mi Fa Sol La Ti Ut Re.

Sejarawan menilai kemiripan itu bukan sebuah kebetulan, memang Guido’s Hand terinspirasi dari karyanya. Karena Guido Arezzo sempat belajar teori musik Latin dan kumpulan karya ilmuwan musik Muslim di Monte Cassino, salah satu tempat yang beberapa kali diduduki umat Islam. Borde sebenarnya tidak sendirian. Ada komposer Eropa lain, Guilaume Andre Villoteau yang juga berpendapat kalau solmisasi adalah ciptaan orang Islam.

Jean Benjamin de la Borde dalam bukunya: Essai Surla Musique Ancienne et et Moderne (1780) mengatakan bahwa Solmisasi tersebut terdiri atas silabels dalam huruf Arab yaitu dengan susunan nada: Mi, Fa, Shad, La, Sin, Dal, dan Ra..

Dari Ishaq Al-Mausili diubah menurut ejaan/abjad masing-masing negara musisi berasal, Jadi ada 3 penemu, yaitu Ishaq Al-Mausili, seorang Musisi asal Abbasiyah, Guido d'Arezzo, seorang pengamat musik asal Negara kota Arezzo, dan Giovanni Battista Doni, seorang pengamat musik dari Keharyapatihan Tos. Notasi Tangga Nada Ishaq Al-Mausili dirubah menurut ejaan huruf dari masing-masing musisi berasal, seperti terlihat di bawah ini.

 Notasi Al-Mausili: Mi, Fa, Shad, La, Sin, Dal, Ra

Guido d'Arezzo, MI, Fa, Sol, La, Ti, Ut, Re..

Giovanni Battista Doni  Mi, Fa, Sol, La, Si, Do, Re

Notasi Guido : MI, Fa, Sol, La, Ti, Ut, Re

Notasi Doni : Mi, Fa, Sol, La, Si, Do, Re

 

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com