Rabu, 08 Mei 2024

TEGURAN RASULULLAH PADA IMAM SHOLAT BACA SURATAN PANJANG


Dikisahkan, Mu'adz pernah salat bermakmum kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, dia lalu mendatangi kaumnya dan mengimami mereka shalat dengan membaca surah Al Baqarah.

Jabir berkata, "Saat itu lalu ada seorang makmum yang memutuskan diri  tidak ikut berjamaah, lalu mengerjakan salat sendirian secara ringkas," sebagaimana dikutip dari Shalatul Mu'min Bab Imamah karya Dr. Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani.

Kejadian ini pun lalu sampai kepada Mu'adz. Ia pun berkata, "Sungguh dia itu munafik,"
Omongan Mu'adz ini lalu sampai kepada laki-laki tersebut. Laki-laki itu lalu mendatangi Nabi Muhammad SAW dan mengadukan hal itu pada beliau. Ia berkata,

"Ya Rasulullah, sesungguhnya kami ini adalah orang yang bekerja dengan tangan kami sendiri dan kami menyirami sendiri tanah kami dengan bantuan unta, dan sesungguhnya semalam Mu'adz mengimami kami salat dengan membaca surah Al-Baqarah, kemudian aku memisahkan diri, kemudian dia mengatakan bahwa aku munafik (bagaimana ini?),"

Rasulullah SAW yang mendengar kisah dari lelaki tersebut pun mendatangi Mu'adz. Beliau pun menegurnya dengan lembut mengingatkan Mu'adz untuk mempertimbangkan kondisi makmum dalam salat.

"Wahai Mu'adz, apakah engkau seorang yang suka menimbulkan kesulitan kepada orang lain? Apakah engkau seorang yang suka menimbulkan kesulitan kepada orang lain? Apakah engkau seorang yang suka menimbulkan kesulitan kepada orang lain? Oleh karena itu, bacalah surat Asy-Syams dan Al-A'la atau surat lain yang kurang lebih sama panjangnya." (HR Bukhari)

Kisah ini juga termaktub dalam Shahih Muslim dengan redaksi serupa. Berikut hadits selengkapnya.

"Dia (Mu'adz) pernah mengerjakan salat Isya' bersama Rasulullah. kemudian mendatangi kaumnya dan mengimami mereka salat tersebut.

Suatu malam ia mengerjakan salat Isya' bersama Nabi Muhammad SAW, kemudian mendatangi kaumnya dan mengimami mereka dengan membaca surat Al Baqarah, lalu ada seseorang yang membatalkan salatnya, kemudian mengerjakan salat sendirian dan setelah itu ia lalu pergi..." (HR Muslim)

Dalam hadits Anas RA seperti yang dikeluarkan Imam Ahmad juga menyampaikan kisah serupa. Anas berkata.

فَلَمَّا رَأَى مُعَاذَا طَوَّلَ تَجَوَّزَ فِي صَلَاتِهِ وَحَقَ بِنَخْلِهِ يَسْقِيهِ....

Artinya: "Ketika orang tersebut mengetahui Mu'adz memanjangkan bacaannya, dia lalu memperpendek salatnya, berpaling dari salat berjamaah itu, lalu bergegas untuk menyirami tanaman kurmanya..." (HR Ahmad)

" Rasulullah SAW dalam riwayat tersebut bersabda:

 أيُّها الناسُ، إنَّكم مُنفِّرون! فمَن صلَّى بالناسِ فلْيُخفِّف، فإنَّ فيهم المريضَ، والضَّعيفَ، وذا الحاجةِ "

Wahai sekalian manusia, di antara kalian ada yang menjadi imam hingga menyebabkan orang benci kepada agama ini. Karena itu, siapa saja di antara kamu yang menjadi imam, hendaklah dia memendekkan bacaan sholat, karena di belakangnya ada orang tua, ada orang yang lemah, dan ada pula yang sedang ada urusan.

" Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

 إذا أمَّ أحدكم الناس فليخفف، فإن فيهم الصغير والكبير والضعيف والمريض فإذا صلى وحده فليصل كيف شاء

 "Jika kamu mengimami sholat orang banyak, maka hendaknya kamu pendekkan (bacaan), karena di antara makmum ada anak-anak, orang tua, orang yang lemah, dan orang sakit. Kalau sholat sendiri, sholatlah berapa pun lamanya yang kamu inginkan." (HR Muslim)

Anas bin Malik RA berkata, "Rasulullah SAW pendek sholatnya, tetapi sangat sempurna." (HR Muslim) 

Anas bin Malik RA juga meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Suatu kali, aku baru mulai sholat dan bermaksud memanjangkan (bacaan)-nya, tiba-tiba aku mendengar tangisan bayi, lalu aku pendekkan sholatku karena khawatir ibunya gelisah." (HR Muslim) 

Diriwayatkan lagi dari Anas RA, dia berkata, "Aku tidak pernah sholat di belakang seseorang yang sholatnya lebih ringkas dari sholat Nabi Muhammad SAW, tetapi sangat sempurna. Sholat Rasulullah itu hampir sama saja panjangnya satu sama lain. Begitu pun sholatnya Abu Bakar. Tetapi Umar bin Khattab lebih panjang sholatnya ketika sholat Subuh..." (HR Muslim) 

Barra bin 'Azib RA, dia berkata, "Aku pernah memperhatikan sholat Rasulullah ketika aku sholat bersama dengan beliau. Kulihat berdirinya, ruku'nya, i'tidalnya sesudah ruku', sujud, duduknya antara dua sujud, kemudian sujudnya lagi, kemudian duduknya sebelum salam. Semuanya hampir sama lamanya." (HR Muslim)

Dijelaskan Dr. Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani, makmum memisahkan diri hal lantaran imam terlalu memanjangkan bacaan salatnya adalah termasuk uzur syar'i.

Perawi hadits Imam Ahmad dalam buku Panduan Shalat Praktis & Lengkap oleh Ustaz Ust. Syaifurrahman El-Fati juga berpendapat, seorang imam salat sebaiknya membaca membacakan surat pendek. Tujuannya, agar amalan ibadah tidak memberatkan jamaah lainnya. Dengan catatan, ukuran berat ringannya bacaan surat Al-Qur'an tergantung kebiasaan imam dan makmum di daerah tersebut.

wallahu a'lam bishawab ...

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com