Persuasi adalah
komunikasi yang digunakan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain. Melalui
persuasi setiap individu mencoba berusaha mempengaruhi kepercayaan dan harapan
orang lain. Persuasi pada prinsipnya merupakan upaya menyampaikan informasi dan
berinteraksi antar manusia dalam kondisi di mana kedua belah pihak sama-sama
memahami dan sepakat untuk melakukan sesuatu yang penting bagi kedua belah
pihak.
Jika berkomunikasi dengan sesama, setiap individu berharap pesan yang disampaikan tersebut dapat dimengerti dan dipercayai. Persuasif merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan agar pesan yang ingin disampaikan dimengerti dan dipercayai oleh orang lain.
Komunikasi persuasif membiarkan orang lain (persuadee) bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan setelah persuader berusaha meyakinkan mereka. Komunikasi persuasif menekankan keterbukaan, kepercayaan, dan praktik-praktik manajemen yang demokratis.
Persuasi merupakan salah satu strategi komunikasi yang penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini komunikasi dapat membantu setiap individu dalam berhubungan dengan orang lain, serta dapat memengaruhi dan meyakinkan orang lain. Sebagai contoh calon pemimpin negara dapat meyakinkan dan memengaruhi rakyatnya melalui komunikasi persuasif. Juga dengan kepemimpinan yang persuasif, pemimpin dapat mempertahankan loyalitas kerja para karyawan.
Kepemimpinan persuasif ditandai dengan adanya ruang bagi partisipasi para karyawan. Alasan lain pentingnya persuasi dalam dunia bisnis sekarang ini adalah adanya tuntutan kerja dalam tim. Untuk bekerja dalam tim, diperlukan komunikasi persuasif agar dapat meyakinkan orang lain dengan pendapat-pendapat yang dikemukakan.
Persuasi adalah mengajak, membujuk atau menyuruh dan sesuai arti katanya teks persuasi adalah teks berisikan kalimat-kalimat persuasif. Dengan begitu, kalimat persuasif dapat diartikan sebagai kalimat yang bertujuan untuk mengajak, menyuruh atau membujuk. Teks persuasi merupakan bentuk tulisan dengan bertujuan memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penulis.
Tulisan pada teks persuasi memiliki sifat yang subjektif. Ini karena isinya murni dan merupakan pandangan pribadi penulisnya mengenai suatu topik. Sehingga tak jarang dalam teks persuasi ditemukan data-data pendukung lain dalam mendukung proses penulisan, karena itu pembaca tidak ragu dalam melakukan apa yang ditulis penulis.
Secara umum teks persuasi bisa diartikan sebagai teks himbauan yang tujuannya mengajak orang lain atau pembaca seiring dengan apa yang disampaikan. Pengertian teks persuasi juga memiliki definisi beragam, berikut ini beberapa di antaranya pengertian dari teks persuasi menurut para ahli dunia.
1. Keraf
Adalah suatu seni verbal dengan tujuan meyakinkan seseorang
agar melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh pembicara atau penulis pada waktu
saat ini atau pada waktu yang akan datang. Kemampuan menulis teks persuasi
salah satu bentuk keahlian dalam menggunakan bahasa secara tertulis dan bisa
memengaruhi pembaca.
2. Finoza
Finoza memandang persuasi sebagai karangan yang tujuannya
membuat percaya, yakin dan terbujuk dengan hal-hal yang dikomunikasikan. Berupa
fakta, pendapat atau gagasan dari si penulis dengan tujuan persuasi diharapkan
menggerakkan sikap motorik bisa berupa dalam bentuk perbuatan.
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Teks persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan
menggunakan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan. Bisa juga
diartikan sebagai ajakan halus, seperti persuasi bisa memberi berbentuk
karangan yang tujuannya membuktikan pendapat.
Strategi Persuasi
Seorang persuader yang baik harus mejadi
pendengar yang baik, harus mampu mengumpulkan dan memberikan umpan balik,
memiliki kemampuan membaca dan peka dalam memahami situasi orang lain, mampu
berpikir kreatif dan menghasilkan keputusan yang baik, serta memiliki rasa
empati dan selalu mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.
Kemampuan mendengarkan merupakan keterampilan khusus yang sangat penting bagi setiap orang yang sedang mengalami masalah Komponen utama bagi kemampuan mendengarkan yang efektif adalah menjadi pendengar yang baik, dan untuk menjadi pendengar yang baik harus memiliki kualitas empati. Empat stragtegi umum untuk mencapai persuasi yang efektif, yaitu:
1. Kredibilitas
Kredibilitas adalah suatu penilaian sejauh mana orang lain
percaya dan yakin terhadap apa yang dilakukan dan diucapkan. Kredibilitas atau
kepercayaan diperoleh dengan cara menunjukan kompetensi, yakni kemampuan dan
pengetahuan. Cara lain untuk memperoleh kredibilitas adalah dengan menunjukan
niat-niat yang dapat dipercaya. Selain itu, kredibilitas juga dapat dicapai
melalui karisma pribadi seperti sikap peduli, antusias, dan sikap positif.
Kredbilitas mengalir dari karakter personal seperti keahlian, sifat yang dapat
dipercayai, ketenangan, dan kesan atau penampilan yang positif.
2. Alasan yang Logis
Persuader dapat mempengaruhi orang lain bila dapat
menunjukan alasan-alasan logis. Persuader harus mengumpulkan informasi dan
fakta sebelum melakukan persuasi dengan orang lain. Informasi dan fakta-fakta
tersebut berkaitan dengan tujuan, kebutuhan, dan kepentingan dari orang yang
dipengaruhi. Suatu persuasi bisa saja gagal jika tidak didukung oleh fakta yang
kuat atau tidak memenuhi harapan pihak yang dipengaruhi.
3. Daya Tarik Emosional
Pembujuk atau persuader harus memiliki alasan yang logis dan
masuk akal untuk memengaruhi orang lain. Alasan-alasan yang rasional akan lebih
efektif jika persuader juga menyentuh emosional atau perasaan persuadee. Untuk
melengkapi alasan-alasan rasional tersebut persuader harus berusaha menyalami
kecemasan, harapan, cinta, kegembiraan, ataupun frustasi orang yang
dipengaruhi.
4. Mengidentifikasi Kesamaan
Para persuader yang efektif mengembangkan suatu kerangka
atau perencanaan dengan menggambarkan posisi pada orang lain dengan cara
mengidentifikasikan kesamaan-kesamaan di antar persuader dengan persuadee.
Beberapa aspek yang dikembangkan persuader antara lain:
- Memberi
alasan yang sesuai, yang akan dipertimbangkan oleh pihak yang dipengaruhi.
Dalam hal ini, persuader harus mampu menjelaskan suatu aspek dengan
spesifik.
- Menyediakan
suatu pemikiran yang terbuka bagi alternatif-alternatif atau
gagasan-gagasan untuk dibandingkan dan dikontraskan.
- Menciptakan
komunikasi dengan bahasa dan struktur yang logis untuk mengambil
keputusan.
Teks persuasi memiliki ciri-ciri yang memperlihatkan
penggunaan dengan bahasanya, teks ini biasanya memang dapat diidentifikasi dari
istilah yang digunakan. Dalam memudahkan hal tersebut, memahami beberapa ciri
dari teks persuasif memang dibutuhkan. Berikut ini beberapa ciri yang dapat
digunakan untuk melihat teks persuasi.
1. Penggunaan Kata Imperatif
Pemakaian kata imperatif merupakan ciri pertama dari teks
persuasif, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bersifat
memerintah, menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan.
2. Kata Penghubung Argumentatif
Ciri yang kedua adalah menggunakan kata penghubung
argumentatif, contohnya seperti oleh karena itu, maka dari itu, akibatnya,
karena dan lain sebagainya. Teks persuasi berusaha membuat pembaca tergugah,
sehingga sangat memerhatikan struktur serta penggunaan istilah yang tepat
merupakan suatu keharusan.
Ciri-Ciri Lainnya
- Penulis
dapat meyakinkan pembaca mengenai ide atau gagasannya, menghindari konflik
agar terjadi kesepakatan dan tulisan bersifat memengaruhi pembaca lewat
fakta serta data yang ada.
- Penulis
teks persuasi memiliki dasar atau integritas yang membantun kepercayaan
dengan pembaca melalui tulisan yang dibuat.
- Tulisan
bersifat mengajak dan imbauan dengan memenuhi beberapa isi yang
dicantumkan, setidaknya terdapat lima ciri spesifik.
- Menimbulkan
kepercayaan bagi penikmatnya, bertolak bahwasanya pikiran manusia dapat
diubah dan mampu menyesuaikan dengan lawan yang diajak komunikasi secara
tulisan.
- Menghindari
konflik demi tujuan tercapai dan fungsi fakta dalam sebuah teks persuasi
yang kredibel atau akurat untuk dijadikan sebagai bahan atau sumber.







0 komentar:
Posting Komentar